
JPMorgan Chase meluncurkan produk terstruktur terhubung Bitcoin melalui BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT), menawarkan potensi imbal hasil hingga 16% hingga 2026. Langkah ini menegaskan minat institusi besar terhadap Bitcoin, meski sebagian komunitas kripto skeptis karena rekam jejak bank terhadap industri aset digital.
Kontroversi muncul setelah CEO Strike, Jack Mallers, mengungkap akun pribadinya ditutup JPMorgan pada September lalu karena “aktivitas mencurigakan.” Meski begitu, analis menilai produk ini bisa mendorong adopsi Bitcoin lebih luas, dengan beberapa prediksi menyebut harga Bitcoin berpotensi menyentuh USD 240.000.
Namun, investor diingatkan bahwa produk terstruktur tetap memiliki risiko tinggi dan kinerja sangat bergantung pada kondisi pasar hingga dua tahun mendatang. Keputusan JPMorgan menunjukkan tren institusi tradisional mulai merambah kripto, tapi kepercayaan komunitas masih menjadi tantangan.