Bitcoin (BTC) kembali bergerak melemah setelah gagal menembus area US$94 ribu, meski optimisme ritel meningkat menjelang keputusan FOMC.
Pasca FOMC, Harga justru terkoreksi ke sekitar US$90 ribu–US$92 ribu menunjukkan bahwa lonjakan FOMO sebelumnya tidak cukup mengubah arah pasar yang mulai kehilangan momentum.
Tekanan Seller Masih Kuat di Area US$94 Ribu
Sepanjang sesi perdagangan, Bitcoin bergerak di kisaran US$92.700–US$93.000 dan sempat bertahan di atas EMA Ribbon 4 jam.
Kondisi ini menjaga bias jangka pendek tetap positif. Namun penolakan berulang di area US$94 ribu kembali menegaskan bahwa wilayah tersebut merupakan supply zone yang sulit ditembus.
Data chart menunjukkan area ini menjadi penentu arah. Break yang bersih berpotensi membuka ruang menuju US$96.500, tetapi respons pasar justru mengarah pada pelemahan setelah upaya kenaikan tidak berlanjut.
Pergerakan harga yang mulai stagnan di dekat resistance memperlihatkan bahwa buyer telah kehilangan dorongan setelah beberapa kali gagal mengatasi tekanan seller.
Lonjakan FOMO Ritel Tidak Diikuti Kekuatan Momentum
Menurut data Santiment, percakapan bertema bullish seperti “higher” dan “above” meningkat di berbagai platform seperti X, Reddit, dan Telegram.
Ini menandakan bahwa trader ritel semakin yakin harga akan melanjutkan kenaikan setelah sempat melemah. Namun, lonjakan sentimen positif ini tidak muncul bersamaan dengan penguatan harga.
Bitcoin justru bergerak mendatar dan kemudian melemah, memperlihatkan pola yang kerap terjadi ketika trader emosional masuk pada fase yang terlambat.
Fenomena ini sejalan dengan kecenderungan pasar kripto yang sering bergerak berlawanan dengan posisi ritel ketika optimisme berada pada puncaknya.
Sinyal Teknis Mulai Kirim Peringatan Koreksi
Dari sisi teknikal, indikator RSI menunjukkan pola bearish divergence, yaitu ketika harga mencoba naik tetapi RSI mencetak lower high.
Ini adalah sinyal bahwa momentum mulai melemah meski harga masih bertahan di level penting.
Setiap kali RSI turun ke area menengah, buyer memang masih merespons, tetapi sinyal divergensi tetap mencerminkan kehati-hatian.
Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa penguatan sebelumnya lebih banyak digerakkan oleh sentimen, bukan kekuatan struktural harga.
Dengan penolakan jelas di area US$94 ribu dan divergensi yang masih aktif, koreksi yang terjadi usai FOMC menjadi validasi dari melemahnya dorongan bullish.
Jalan Menuju US$96.500 Kini Makin Berat
Sebelum FOMC, skenario kenaikan menuju US$96.500 masih terbuka apabila Bitcoin mampu menembus resistance pertama.
Namun setelah gagal mempertahankan tekanan beli, fokus kini kembali bergeser ke level support terdekat.
Jika tekanan seller meningkat dan struktur harga melemah lebih jauh, risiko penurunan tambahan menjadi perhatian. Momentum yang memudar saat sentimen ritel sedang tinggi adalah kombinasi klasik yang sering memicu koreksi lebih dalam dari ekspektasi pasar.