Bitwise Asset Management mengajukan permohonan pada hari Selasa di Amerika Serikat kepada Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) untuk 11 dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) mata uang kripto baru. Pengajuan tersebut, yang disampaikan melalui formulir N-1A, merinci rencana untuk dana yang berinvestasi dalam token tertentu dan produk yang diperdagangkan di bursa terkait. Bitwise mengajukan permohonan ini sebagai bagian dari ekspansinya ke dalam kendaraan investasi kripto yang teregulasi setelah persetujuan ETF sebelumnya.
Berdasarkan dokumen pengajuan, setiap dana bermaksud mengalokasikan hingga 60% dari asetnya secara langsung ke dalam sebuah token. Sisanya akan diinvestasikan dalam produk yang diperdagangkan di bursa (ETP) yang terkait dengan token yang sama.
Bitwise juga menyertakan klausul yang mengizinkan eksposur melalui derivatif seperti kontrak berjangka dan perjanjian swap. Dokumen SEC menyatakan bahwa setidaknya 80% dari aset bersih ditambah pinjaman akan dialokasikan ke token, ETP terkait , atau derivatif dalam kondisi pasar normal.
Aplikasi ini mengacu pada aktivitas perdagangan melalui platform aset digital dan transaksi over-the-counter dengan pihak lawan perdagangan yang disetujui. Selain itu, nilai nominal akan digunakan untuk menentukan kepatuhan terhadap persyaratan aset untuk derivatif.
Proposal tersebut mencakup Aave (AAVE), Uniswap (UNI), Zcash (ZEC) , NEAR Protocol (NEAR), Sui (SUI), TRON (TRX), Hyperliquid (HYPE), Ethena (ENA), Starknet (STRK), Bittensor (TAO), dan Canton Network (CC).
Pengajuan tersebut menyatakan bahwa ETF berfokus pada apresiasi modal. Dokumen-dokumen tersebut juga menunjukkan tanggal efektif yang diharapkan pada 16 Maret 2026, meskipun hal ini masih dapat ditinjau kembali.