
Harga Bitcoin (BTC) jatuh tajam pada Jumat (30/1/2026) sore, tertekan sentimen risk-off global akibat ancaman shutdown pemerintah AS, ketegangan geopolitik, dan faktor makroekonomi. BTC turun 6,22% dalam 24 jam ke level USD 82.425 atau sekitar Rp 1,38 miliar, terendah sejak November.
Ethereum (ETH) ikut melemah 7,44% ke USD 2.725, sementara total kapitalisasi pasar kripto susut 5,89% menjadi USD 2,81 triliun. Altcoin utama seperti Solana dan Dogecoin juga terkoreksi lebih dari 7%.
Financial Expert Ajaib, Panji Yudha, menyebut tekanan diperparah oleh lonjakan likuidasi lebih dari USD 1 miliar dalam sehari serta arus keluar beruntun dari Bitcoin Spot ETF. Ketidakpastian global mendorong investor menjauhi aset berisiko dan memilih likuiditas tunai.