Tekanan short terhadap Bitcoin (BTC) kembali melonjak ke level ekstrem. Data terbaru dari Santiment menunjukkan funding rate agregat di berbagai exchange besar masuk jauh ke zona negatif, menandakan posisi short di pasar perpetual futures menumpuk dalam skala luas.
Di tengah harga Bitcoin yang bergerak di sekitar US$66.000, struktur pasar saat ini dinilai rapuh. Ketika terlalu banyak trader berada di satu sisi yang sama, risiko pembalikan arah secara tiba-tiba meningkat.
Kondisi inilah yang memunculkan potensi liquidation shock rally atau yang lebih dikenal sebagai short squeeze.
Funding rate sering disebut sebagai “pain meter” di pasar futures kripto. Ketika funding rate negatif, artinya trader short membayar biaya kepada trader long agar bisa mempertahankan posisi mereka.
Dalam grafik yang dibagikan Santiment, lonjakan funding negatif kali ini tidak hanya terjadi di satu exchange, tetapi tersebar di berbagai platform besar. Ini membuat sinyalnya lebih signifikan. Ketidakseimbangan tidak bersifat lokal, melainkan menyeluruh di pasar perpetual.
Situasi serupa pernah terjadi sebelumnya. Santiment menandai periode pertengahan Oktober sebagai contoh ketika posisi short melonjak tajam, harga berhenti turun, lalu terjadi rebound kuat setelah posisi short mulai terpaksa ditutup.
Artinya, funding negatif tidak otomatis memicu kenaikan harga. Namun, ketika tekanan short sudah terlalu padat, pasar menjadi sensitif terhadap pemicu kecil sekalipun.