ETF Spot Bitcoin (BTC to IDR) di Amerika Serikat mencatat arus masuk sebesar 21.000 BTC pada 25 Februari 2026, menurut data CryptoQuant. Nilai transaksi tersebut setara sekitar US$1,45 miliar atau hampir Rp24 triliun.
Lonjakan ini menjadi inflow harian terbesar dalam lima bulan terakhir, setelah periode panjang arus keluar sejak Oktober 2025. Di saat yang sama, data menunjukkan investor retail justru mengurangi eksposur mereka di pasar.
Sejak awal Oktober 2025 hingga pertengahan Februari 2026, total kepemilikan ETF Bitcoin menunjukkan tren menurun.
Grafik memperlihatkan penurunan bertahap dari sekitar 1,35 juta BTC menjadi sekitar 1,26 juta BTC. Secara kumulatif, terjadi pengurangan sekitar 90.000 BTC dalam periode tersebut.
Inflow 21.000 BTC pada 25 Februari menjadi pembalikan signifikan dari pola tersebut. Meski baru terjadi dalam satu sesi perdagangan, besarnya nilai pembelian menunjukkan kembalinya minat institusi terhadap eksposur Bitcoin melalui instrumen ETF.
Namun, harga belum merespons secara agresif. Bitcoin masih bergerak di kisaran US$66.000 setelah lonjakan inflow tersebut, menandakan pasar belum mengonfirmasi perubahan tren jangka pendek.