Harga Bitcoin (BTC) kembali bergerak di area krusial setelah turun di bawah $70.000 pada Kamis (19/3).
Penurunan ini terjadi hanya beberapa hari setelah BTC sempat menyentuh level tertinggi range di atas $76.000, di mana tekanan jual masih kuat dan arah pasar belum sepenuhnya jelas.
Di tengah kondisi tersebut, sinyal teknikal mulai menunjukkan potensi rebound, namun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi bahwa harga telah mencapai titik terendah.
Tekanan Jual Meningkat, Futures Dominasi Pergerakan
Penurunan harga Bitcoin saat ini tidak terjadi tanpa sebab. Data menunjukkan adanya pergeseran dominasi dari pasar spot ke pasar derivatif, terutama futures.
Angka ini menunjukkan bahwa tekanan jual lebih banyak datang dari trader leverage dibanding investor spot. Dengan kata lain, pergerakan harga saat ini lebih dipengaruhi spekulasi jangka pendek.
Di saat yang sama, Coinbase Premium Gap berubah menjadi negatif, mengindikasikan melemahnya permintaan dari investor berbasis Amerika Serikat, yang selama ini sering menjadi pendorong utama reli harga Bitcoin.