
Bitcoin mengalami koreksi setelah sempat menguat sekitar 5,8% dan menembus level USD73.000. Aset kripto terbesar ini kemudian turun ke kisaran USD71.000 seiring memburuknya sentimen global.
Tekanan pasar dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik setelah gagalnya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi memanas usai langkah militer AS di kawasan Selat Hormuz yang meningkatkan kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah.
Di sisi lain, ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat juga menambah tekanan. Bitcoin terdampak ekspektasi suku bunga yang masih belum jelas, di tengah perdebatan internal di Federal Reserve terkait arah kebijakan pada 2026.
Data pasar menunjukkan peluang suku bunga tetap tinggi dalam dua pertemuan mendatang, meski ada kemungkinan pemangkasan di akhir Juli. Kondisi ini membuat investor cenderung menghindari aset berisiko.
Kombinasi risiko geopolitik dan kebijakan moneter yang tidak pasti diperkirakan akan menjaga volatilitas pasar kripto dalam jangka pendek.