Hollywood kembali mengangkat misteri terbesar di industri kripto ke layar lebar.
Film thriller berjudul Killing Satoshi dikabarkan dibintangi Gal Gadot dan diproduksi dengan pendekatan tidak biasa, yakni memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam hampir seluruh proses visualnya.
Proyek ini disutradarai Doug Liman, sosok di balik film The Bourne Identity, dan turut menghadirkan aktor seperti Casey Affleck serta Pete Davidson.
Film ini langsung mencuri perhatian karena bukan hanya mengangkat sosok Satoshi Nakamoto, tetapi juga mengubah cara produksi film skala besar.
Produksi Cepat, Biaya Dipangkas Drastis
Salah satu hal paling mencolok dari Killing Satoshi adalah durasi produksinya. Film ini hanya menjalani proses syuting selama 20 hari, jauh lebih cepat dibandingkan film Hollywood pada umumnya yang bisa memakan waktu berbulan-bulan.
Teknologi AI digunakan untuk menggantikan sebagian besar elemen produksi tradisional, termasuk latar dan pencahayaan.
Tim produksi membangun panggung sederhana dengan dinding kosong, lalu seluruh set visual ditambahkan pada tahap pascaproduksi menggunakan AI. Pendekatan ini memberikan dampak signifikan pada anggaran.
Jika diproduksi secara konvensional, film dengan skenario yang mencakup sekitar 200 lokasi global seperti Antartika, Las Vegas, dan Antigua diperkirakan membutuhkan biaya hingga US$300 juta. Dengan bantuan AI, anggaran tersebut berhasil ditekan menjadi sekitar US$70 juta.
Meski begitu, penggunaan AI dalam industri kreatif masih memunculkan perdebatan, terutama terkait aspek orisinalitas, lapangan kerja, dan kualitas artistik.