
Harga Bitcoin sempat menguat mendekati level USD 75.000 setelah kabar gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon pada 17 April 2026. Sentimen positif ini mendorong minat investor pada aset berisiko, termasuk kripto, dengan harga Bitcoin naik dari sekitar USD 73.000 ke kisaran USD 74.800–USD 75.000.
Namun, penguatan tersebut tertahan oleh data ekonomi Amerika Serikat. Turunnya klaim pengangguran ke 207.000 yang lebih baik dari ekspektasi memperkuat pandangan bahwa The Fed belum akan segera memangkas suku bunga. Kondisi ini menekan aset berisiko, sehingga Bitcoin sempat terkoreksi ke USD 74.600 sebelum stabil kembali.
Di sisi lain, data inflasi AS menunjukkan sinyal campuran: CPI naik ke 3,3% sementara PPI turun ke 4%. Meski sedikit lebih rendah dari ekspektasi, data tersebut belum cukup kuat untuk mendorong pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat.
Secara keseluruhan, pergerakan Bitcoin saat ini ditentukan oleh dua sentimen utama: meredanya ketegangan geopolitik dan arah kebijakan suku bunga The Fed.