Ledger telah menunda rencana penawaran umum perdana (IPO) di AS karena pasar kripto yang lemah terus merugikan permintaan investor untuk pencatatan aset digital. Orang-orang yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa pembuat dompet yang berbasis di Paris tersebut belum mengajukan draf S-1 ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS dan mungkin akan mengejar penggalangan dana swasta. Penundaan ini menyusul pelemahan pasar yang lebih luas yang juga mendorong perusahaan kripto lainnya, termasuk Kraken dan Consensys, untuk memperlambat upaya pencatatan publik.
Menurut laporan, Ledger telah mempekerjakan Goldman Sachs, Jefferies, dan Barclays awal tahun ini untuk mempersiapkan kemungkinan IPO. Perusahaan tersebut dilaporkan menargetkan valuasi mendekati $4 miliar selama proses tersebut.
Namun, memburuknya kondisi pasar kripto memperlambat momentum untuk pencatatan aset baru. Harga Bitcoin anjlok tajam setelah mencapai titik tertinggi di akhir tahun 2025, sementara aktivitas perdagangan kripto melemah di bursa-bursa utama.
Pada saat yang sama, pendanaan modal ventura untuk perusahaan kripto juga anjlok tajam antara bulan Maret dan April. Akibatnya, beberapa perusahaan mengevaluasi kembali rencana mereka untuk memasuki pasar publik.
Sumber-sumber mengatakan Ledger belum mengajukan berkas pendaftaran rahasia apa pun ke SEC. Sebaliknya, perusahaan mungkin akan mengumpulkan modal swasta sambil memantau kondisi pasar.