CEO Coinbase, Brian Armstrong, mengkonfirmasi bahwa perusahaan tersebut membantu penegak hukum Inggris dalam kasus penculikan dan perampokan yang menghasilkan lima hukuman. Investigasi tersebut melibatkan Unit Kejahatan Besar Bedfordshire, Cambridgeshire, dan Hertfordshire, dengan forensik blockchain digunakan untuk melacak dana yang dicuri dan mengidentifikasi tersangka melalui aktivitas onchain.
Menurut Brian Armstrong, tim investigasi Coinbase mengidentifikasi kejahatan yang sedang berlangsung setelah mendeteksi aktivitas akun yang mencurigakan. Sistem internal menandai korban yang berada di bawah tekanan selama upaya transfer dana dari akun Coinbase.
Yang perlu dicatat, insiden ini bermula pada bulan Juli ketika seorang pria berusia 36 tahun dari Hertfordshire diculik setelah menghabiskan malam di Shoreditch, London. Empat tersangka memaksanya untuk mengakses rekening keuangan, termasuk akun Coinbase-nya.
Namun, alat pemantauan Coinbase mendeteksi perilaku abnormal selama upaya transaksi tersebut. Perusahaan segera meningkatkan kasus ini dan menghubungi polisi Inggris saat insiden tersebut masih berlangsung.
Tim Intelijen Global Coinbase kemudian menggunakan analitik blockchain untuk melacak dana yang dicuri di berbagai alamat. Tim tersebut juga menghubungkan aktivitas dompet dengan individu-individu tertentu yang terlibat dalam kasus ini.
Armstrong mengatakan kasus tersebut menghasilkan lima vonis, termasuk empat terkait penculikan, perampokan, dan penahanan ilegal, serta satu untuk pencucian uang.