Chief Investment Officer Bitwise, Matt Hougan, mengatakan token HYPE Hyperliquid masih sangat undervalued. Menurut Bitwise, Hyperliquid menghasilkan pendapatan tahunan sekitar $800 juta hingga $1 miliar. Perusahaan tersebut juga menilai aliran buyback-nya sekitar 10x hingga 14x. Komentar tersebut berfokus pada kesenjangan harga pasar dan klasifikasi aset di pasar kripto.
Hougan mengatakan pasar salah menilai HYPE karena dua kesalahan utama. Menurut catatannya, investor pertama-tama salah mengklasifikasikan Hyperliquid sebagai bursa berjangka kripto. Namun, ia mengatakan platform tersebut seharusnya dinilai sebagai aplikasi super global.
Ini termasuk eksposur terhadap kripto, ekuitas, komoditas, valuta asing, pasar prediksi, dan produk terstruktur. Dia menambahkan bahwa ini memperluas pasar potensialnya jauh melampaui kripto. Menurut perkiraannya, kripto mewakili aset sekitar $3 triliun.
Namun, aset global mencapai hampir $600 triliun. Hougan mengatakan perbedaan ini menciptakan dua kerangka penilaian yang terpisah. Ia juga mencatat bahwa penetapan harga saat ini hanya mencerminkan pandangan pasar yang lebih kecil.
Hougan juga menunjuk pada apa yang ia sebut sebagai kesalahan pengait dalam perilaku investor. Menurutnya, investor masih berasumsi bahwa token kripto gagal menangkap nilai. Namun, ia mengatakan HYPE berbeda karena model pembelian kembali yang terstruktur.
Ia menyatakan bahwa sekitar 99% dari biaya perdagangan digunakan untuk mendanai pembelian kembali token. Ia membandingkan struktur Hyperliquid dengan perusahaan keuangan publik. Menurut analisisnya, valuasi Hyperliquid menyiratkan kelipatan 10x hingga 14x dari aliran pembelian kembali tokennya.
Ia juga merujuk pada tolok ukur tradisional untuk konteksnya. Robinhood diperdagangkan dengan rasio harga terhadap pendapatan 37, sementara CME diperdagangkan pada 24. Hougan mengatakan basis pendapatan Hyperliquid mencapai $800 juta hingga $1 miliar per tahun. Ia menambahkan bahwa tingkat pertumbuhan tetap lebih tinggi daripada tolok ukur tersebut.