Ripple kembali menjadi perhatian setelah Federal Reserve membuka proposal baru yang memungkinkan perusahaan crypto dan fintech mengakses sistem pembayaran Federal Reserve secara langsung.
Melalui skema bernama “skinny payment account”, perusahaan crypto nantinya bisa menggunakan layanan pembayaran seperti Fedwire dan FedNow tanpa harus menjadi bank tradisional sepenuhnya.
Kabar ini langsung memicu perhatian komunitas XRP karena Ripple dinilai menjadi salah satu perusahaan yang paling diuntungkan jika aturan tersebut disetujui.
Ripple selama ini fokus mengembangkan sistem pembayaran lintas negara berbasis blockchain dan stablecoin RLUSD. Chief Legal Officer Ripple, Stu Alderoty, sebelumnya menyebut skema skinny payment account dapat membantu mempercepat settlement dan menekan biaya transaksi RLUSD.
Jika memperoleh akses langsung ke sistem pembayaran Federal Reserve, Ripple berpotensi meningkatkan efisiensi transfer dolar AS, mengurangi ketergantungan pada bank perantara, serta memperkuat utilitas RLUSD di pasar global.
Meski demikian, proposal tersebut masih menghadapi tantangan regulasi. Federal Reserve masih membuka masa komentar publik selama 60 hari, sementara sejumlah pihak di Amerika Serikat, termasuk Elizabeth Warren, disebut menentang akses langsung perusahaan crypto ke sistem pembayaran bank sentral.
Walau masih tahap awal, pasar crypto melihat proposal ini sebagai sinyal positif bagi adopsi institusional Ripple, RLUSD, dan industri aset digital secara lebih luas.