Ringgit dan Rupiah sering dibandingkan karena Indonesia dan Malaysia bertetangga, punya hubungan dagang yang dekat, dan sama-sama menjadi tujuan perjalanan masyarakat dari kedua negara.
Sekilas, keduanya hanya terlihat sebagai alat bayar berbeda, Ringgit dipakai di Malaysia, Rupiah dipakai di Indonesia.
Namun, jika dilihat lebih dalam, perbedaannya tidak berhenti di nama, simbol, atau angka kurs saja. Ringgit dan Rupiah membawa cerita ekonomi, kebijakan moneter, daya beli, hingga kebiasaan transaksi yang berbeda.
Perbedaan Ringgit dan Rupiah dari Negara Penerbit
Perbedaan paling dasar tentu ada pada negara penerbitnya. Ringgit adalah mata uang Malaysia, sedangkan Rupiah adalah mata uang Indonesia. Keduanya hanya berlaku sebagai alat pembayaran sah di negara masing-masing.
Artinya, kamu tidak bisa memakai Rupiah untuk membayar makanan di Kuala Lumpur secara langsung, kecuali tempat tersebut secara khusus menerima mata uang asing.
Begitu juga Ringgit tidak dapat digunakan untuk transaksi umum di Jakarta, Bali, Surabaya, atau kota lain di Indonesia.
Inilah alasan wisatawan perlu menukar uang sebelum bepergian atau menggunakan kartu pembayaran internasional.
Untuk orang Indonesia yang pergi ke Malaysia, Rupiah perlu dikonversi ke Ringgit. Sebaliknya, warga Malaysia yang datang ke Indonesia perlu menukar Ringgit ke Rupiah.