Dogecoin (DOGE) telah anjlok sekitar 90% dari rekor tertingginya (all-time high/ATH) di kisaran US$0,74.
Penurunan tersebut membuat investasi senilai US$10.000 di dekat puncak harga kini hanya tersisa sekitar US$1.000.
Meski begitu, DOGE masih bertahan sebagai salah satu aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, sehingga memunculkan pertanyaan apakah meme coin ini masih memiliki peluang untuk bangkit.
Dogecoin Tetap Bertahan di Tengah Koreksi Besar
Meski harganya telah terkoreksi sekitar 90% dari ATH, Dogecoin belum kehilangan daya tariknya.
Melansir CaptainAltcoin, salah satu faktor utamanya adalah komunitas yang tetap aktif selama bertahun-tahun, mulai dari mendukung berbagai kegiatan sosial hingga menggunakan DOGE sebagai alat tipping di platform digital.
Selain memiliki komunitas yang loyal, Dogecoin juga menawarkan biaya transaksi yang relatif rendah dengan waktu konfirmasi lebih cepat dibandingkan Bitcoin.
Didukung oleh hampir seluruh bursa kripto besar, DOGE juga memiliki likuiditas tinggi sehingga lebih mudah diperdagangkan dibandingkan banyak altcoin lain.
Dari sisi keamanan, Dogecoin menggunakan mekanisme merged mining bersama Litecoin yang memungkinkan kedua jaringan berbagi kekuatan komputasi untuk meningkatkan perlindungan terhadap potensi serangan.
Sementara itu, dukungan Elon Musk serta spekulasi mengenai integrasi pembayaran DOGE di platform X juga masih menjadi sentimen yang kerap menarik perhatian pasar.