Harga Bitcoin (BTC) masih bergerak di kisaran $65.000 pada Kamis (23/7) meski sempat menembus $66.000, level tertingginya sejak awal Juni.
Di saat yang sama, ETF Spot Bitcoin di Amerika Serikat kembali mencatat arus dana masuk sebesar $499.05M, menandai 7 hari berturut-turut didominasi oleh inflow.
Meski demikian, pemulihan harga Bitcoin belum terlihat. Berdasarkan laporan terbaru, salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah ledakan investasi kecerdasan buatan (AI) yang dinilai ikut memengaruhi inflasi hingga aliran modal investor.
Ledakan Investasi AI Disebut Dorong Inflasi
Dalam rapat Federal Reserve pada Juni menyebut meningkatnya investasi AI ikut mendorong permintaan terhadap pusat data, listrik, chip, dan perangkat teknologi. Kondisi tersebut dinilai berkontribusi menjaga tekanan inflasi tetap tinggi.
Data terbaru menunjukkan besarnya investasi tersebut. Alphabet dan Microsoft sama-sama menaikkan proyeksi belanja modal 2026. Di sisi lain, Nvidia melaporkan pendapatan dari pusat data naik 92% secara tahunan.
Menurut Ketua The Fed Kevin Warsh, investasi pada peralatan teknologi tinggi meningkat hampir 25% hingga kuartal pertama. The Fed pun terus memantau dampaknya terhadap inflasi dan pasar tenaga kerja.
Editor-in-Chief InvestFuture, Evgeny Popov, menilai sebagian modal yang sebelumnya berpotensi mengalir ke aset kripto kini beralih ke perusahaan AI, produsen chip, pusat data, dan infrastruktur energi.