Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data pasar pada pukul 08.00 WIB, Bitcoin naik sekitar 1 persen ke level US$64.000, atau sekitar Rp1,15 miliar.
Penguatan Bitcoin turut mendorong pasar kripto secara keseluruhan. Total kapitalisasi pasar aset kripto meningkat sekitar 0,80 persen menjadi US$2,17 triliun.
Sementara itu, dominasi Bitcoin atau BTC Dominance (BTC.D) berada di level 59,22 persen.
Bitcoin Kembali Dekati Resistance US$65.000
Bitcoin kembali bergerak menuju area resistance US$65.000 setelah mengalami penguatan dalam 24 jam terakhir.
Sentimen positif dari perkembangan geopolitik menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar. Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent sebelumnya mengungkapkan bahwa negosiasi antara AS dan Iran sedang berlangsung terkait kemungkinan pembukaan penuh jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Negosiasi tersebut berlangsung setelah Presiden Donald Trump memberikan tenggat kepada Iran untuk memfinalisasi skema navigasi melalui mediasi Oman.
Di sisi lain, pejabat senior Iran dilaporkan mengungkapkan adanya rancangan kesepakatan awal yang memberikan kewenangan kepada Iran atas lalu lintas maritim yang masuk.
Oman disebut akan berperan dalam proses verifikasi kapal yang keluar dengan berkoordinasi bersama Iran.
Perbedaan posisi tersebut menunjukkan bahwa proses negosiasi masih menghadapi sejumlah tantangan. Namun, adanya pembicaraan diplomatik memberikan sedikit ruang bagi pasar untuk merespons positif perkembangan geopolitik.
BlackRock Perluas Tokenisasi Dana Pasar Uang
Perkembangan institusional di sektor aset digital juga menjadi perhatian.
BlackRock dilaporkan meluncurkan dua produk reksa dana pasar uang tertokenisasi yang dirancang untuk membantu pengelolaan cadangan aset stablecoin.
Kedua instrumen tersebut adalah BSTBL (BlackRock Select Treasury Based Liquidity Fund OnChain Shares) dan BRSRV (BlackRock Daily Reinvestment Stablecoin Reserve Vehicle).
Produk tersebut berfokus pada alokasi kas, surat utang pemerintah AS berjangka pendek, serta repurchase agreements.
Kehadiran produk tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan teknologi blockchain dalam sistem keuangan tradisional, khususnya untuk kebutuhan investor institusional.
Perkembangan regulasi di Amerika Serikat juga menjadi salah satu faktor pendukung meningkatnya minat institusi terhadap tokenisasi aset dan stablecoin.
SpaceX Jadi Sorotan Pasar
Di luar aset kripto, SpaceX turut menjadi perhatian setelah perusahaan tersebut merilis laporan keuangan publik perdananya untuk kuartal kedua 2026.
SpaceX dilaporkan membukukan pendapatan sekitar US$7,81 miliar, meningkat 92 persen secara tahunan dan berada di atas ekspektasi Wall Street yang berada di kisaran US$6,82 miliar hingga US$6,93 miliar.
Kerugian bersih perusahaan juga menyempit menjadi sekitar US$541 juta.
Namun, respons pasar terhadap laporan tersebut justru cukup volatil. Harga SPCXX sempat melonjak hampir 20 persen menuju US$130 pada 3-4 Agustus sebelum berbalik turun setelah laporan resmi dirilis.
Investor disebut masih mencermati kebutuhan belanja modal yang besar untuk ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan dan jaringan Starlink.
Top Gainer dan Top Loser Kripto
Sejumlah altcoin mencatat pergerakan tajam dalam 24 jam terakhir.
Top Gainer:
Top Loser:
Pergerakan tersebut memperlihatkan volatilitas tinggi masih terjadi di pasar altcoin, terutama pada aset dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar yang lebih kecil.
Prediksi Bitcoin dan Ethereum Hari Ini
Bitcoin diperkirakan masih memiliki ruang pergerakan di kisaran US$64.000 hingga US$66.000.
Sementara Ethereum (ETH) berpotensi bergerak di area US$1.825 hingga US$1.950.
Area US$65.000 menjadi salah satu level penting bagi Bitcoin. Kemampuan BTC untuk menembus dan bertahan di atas level tersebut dapat menjadi sinyal tambahan bagi pasar.
Proposal Baru Ethereum Jadi Perhatian
Ethereum menjadi salah satu aset yang kembali diperhatikan setelah muncul proposal bernama Tapered Issuance Burn.
Proposal tersebut bertujuan mengurangi sekaligus membakar sebagian penerbitan ETH baru secara bertahap.
Gagasan tersebut muncul di tengah perdebatan mengenai tingkat penerbitan ETH dan imbal hasil staking. Pendukung proposal menilai mekanisme tersebut dapat membantu mengendalikan penerbitan token dalam jangka panjang.
Perubahan mekanisme penerbitan Ethereum berpotensi menjadi salah satu isu penting bagi ekosistem ETH apabila proposal tersebut terus mendapatkan dukungan komunitas.
Morpho Makin Diperhitungkan di Sektor DeFi
Morpho juga menjadi sorotan setelah Uniswap memperluas layanan ke sektor lending and borrowing melalui fitur Earn.
Ekspansi tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Morpho dan semakin memperkuat posisi protokol tersebut sebagai salah satu infrastruktur lending dalam ekosistem DeFi.
Sebelumnya, teknologi Morpho juga telah digunakan atau mendapat perhatian dari sejumlah perusahaan besar di sektor aset digital dan keuangan.
Perkembangan tersebut menunjukkan persaingan infrastruktur DeFi terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan terhadap layanan pinjam-meminjam berbasis blockchain.
Aktivitas RWA di XRP Ledger Meningkat
XRP Ledger juga mencatat perkembangan positif di sektor Real World Assets (RWA).
Jumlah holder aset RWA di XRP Ledger dilaporkan meningkat sekitar 25,16 persen dalam satu bulan terakhir.
Sementara itu, produk ETF berbasis XRP mencatat arus dana masuk sekitar US$27,29 juta sepanjang Juli, menjadi salah satu periode inflow yang relatif stabil pada 2026.
Arus dana tersebut disebut lebih tinggi dibandingkan ETF berbasis Solana yang mencatat sekitar US$14,62 juta pada periode yang sama.
Perkembangan RWA dan produk investasi berbasis XRP menjadi salah satu faktor yang terus dipantau pelaku pasar terhadap pertumbuhan ekosistem XRP.
Pasar Kripto Masih Menunggu Katalis Berikutnya
Penguatan Bitcoin menuju US$65.000 menunjukkan sentimen pasar mulai membaik. Faktor geopolitik, meningkatnya keterlibatan institusi, serta perkembangan tokenisasi aset menjadi beberapa katalis yang diperhatikan investor.
Namun, volatilitas tetap menjadi risiko utama. Pergerakan Bitcoin di sekitar resistance US$65.000 akan menjadi salah satu indikator penting untuk melihat apakah penguatan saat ini dapat berlanjut.
Selain Bitcoin, perkembangan Ethereum, XRP, sektor DeFi, dan tokenisasi aset juga berpotensi memberikan warna baru bagi pasar kripto dalam beberapa hari mendatang.