Andre Cronje menilai industri decentralized finance (DeFi) telah mengalami perubahan besar. Menurut sosok di balik Yearn Finance dan Flying Tulip tersebut, istilah “onchain finance” kini lebih tepat untuk menggambarkan perkembangan sektor keuangan berbasis blockchain.
Andre Cronje, salah satu tokoh penting dalam perkembangan decentralized finance (DeFi), menilai industri kripto telah memasuki fase baru.
Dalam artikel opini yang diterbitkan pada Senin, 10 Agustus 2026, Cronje menyebut konsep DeFi dengan desentralisasi murni mulai mengalami pergeseran. Menurutnya, istilah onchain finance kini lebih sesuai untuk menggambarkan kondisi industri modern.
DeFi Tidak Lagi Hanya Mengandalkan Smart Contract
Menurut Cronje, protokol kripto saat ini tidak dapat lagi hanya mengandalkan kode smart contract yang berjalan di jaringan blockchain.
Perkembangan kebutuhan pengguna membuat proyek DeFi harus menyediakan berbagai komponen pendukung di luar blockchain.
Trader dan investor kini tidak hanya mempertimbangkan apakah sebuah protokol terdesentralisasi, tetapi juga membutuhkan tim pengembang yang jelas, interface aplikasi yang mudah digunakan, layanan customer support, serta infrastruktur off-chain.
Faktor-faktor tersebut dinilai semakin penting untuk memastikan sebuah protokol dapat beroperasi secara berkelanjutan.
Audit Smart Contract Saja Tidak Cukup
Cronje juga menyoroti persoalan keamanan yang dihadapi protokol DeFi.
Menurutnya, audit terhadap smart contract tidak lagi cukup untuk melindungi protokol dari seluruh risiko. Sebuah proyek dapat memiliki kode yang telah diaudit, tetapi tetap menghadapi ancaman dari sisi operasional, manajemen akses, maupun infrastruktur pendukung.
Karena itu, diperlukan sistem keamanan berlapis yang mampu mengurangi dampak ketika terjadi anomali atau serangan.
Flying Tulip Terapkan Sistem Keamanan Berlapis
Pendekatan tersebut diterapkan Cronje melalui proyek terbarunya, Flying Tulip.
Salah satu mekanisme yang digunakan adalah circuit breaker, yaitu sistem yang dapat menghentikan sementara pencairan dana ketika mendeteksi kondisi atau aktivitas yang tidak normal.
Flying Tulip juga memisahkan kewenangan untuk akses darurat. Langkah tersebut dirancang untuk mengurangi risiko apabila salah satu bagian sistem berhasil dikompromikan oleh hacker.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa keamanan protokol modern tidak hanya bergantung pada kode smart contract, tetapi juga pada bagaimana seluruh infrastruktur dan kewenangan dikelola.
Transparansi Risiko Jadi Kunci Adopsi Institusi
Cronje menilai transparansi dalam manajemen risiko akan menjadi semakin penting untuk menarik investor institusi.
Investor dengan modal besar membutuhkan kepastian mengenai siapa yang mengelola protokol, bagaimana risiko ditangani, serta apa yang akan terjadi ketika sistem mengalami masalah.
Karena itu, kejelasan struktur pengelolaan dan mekanisme mitigasi risiko dapat menjadi faktor penting dalam proses pengambilan keputusan investor institusional.
Investor Mulai Fokus pada Efisiensi dan Imbal Hasil
Menurut Cronje, alokator modal besar kini tidak lagi hanya mempertimbangkan slogan mengenai desentralisasi.
Mereka lebih memperhatikan faktor seperti efisiensi biaya, keandalan infrastruktur, keamanan operasional, dan imbal hasil yang sebanding dengan tingkat risiko.
Perubahan pola pikir tersebut dapat mendorong proyek DeFi untuk mengembangkan infrastruktur yang lebih profesional tanpa harus sepenuhnya meninggalkan teknologi blockchain dan prinsip transparansi onchain.
DeFi Berubah Menjadi Onchain Finance
Konsep onchain finance yang dikemukakan Cronje menggambarkan perubahan fokus industri dari desentralisasi sebagai tujuan utama menuju pemanfaatan blockchain sebagai infrastruktur keuangan.
Dalam model tersebut, blockchain tetap menjadi komponen penting untuk mencatat transaksi dan menjalankan berbagai fungsi keuangan. Namun, layanan pendukung seperti manajemen risiko, antarmuka pengguna, customer support, dan infrastruktur off-chain juga dianggap sebagai bagian penting dari ekosistem.
Perubahan ini berpotensi membuat sektor keuangan berbasis blockchain semakin dekat dengan standar layanan yang biasa ditemukan pada industri keuangan tradisional.
Kesimpulan
Andre Cronje menilai industri DeFi telah memasuki fase baru yang lebih tepat disebut onchain finance. Menurutnya, protokol modern tidak lagi cukup hanya mengandalkan smart contract dan klaim desentralisasi.
Keamanan berlapis, transparansi manajemen risiko, infrastruktur yang andal, serta pengalaman pengguna menjadi semakin penting, terutama untuk menarik investor institusi.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan DeFi ke depan kemungkinan akan semakin menekankan keseimbangan antara desentralisasi, efisiensi, keamanan, dan kebutuhan investor.