Standard Chartered menetapkan target harga Chainlink (LINK) sebesar US$200 pada akhir 2030. Proyeksi tersebut mencerminkan potensi kenaikan hingga sekitar 25 kali lipat dari harga LINK yang berada di kisaran US$8.
Standard Chartered kembali memberikan pandangan optimistis terhadap masa depan Chainlink (LINK). Dalam laporan riset terbaru yang dirilis pada Senin, 10 Agustus 2026, bank tersebut menetapkan target harga US$200 untuk token LINK pada akhir 2030.
Jika dibandingkan dengan harga LINK yang saat ini berada di sekitar US$8, proyeksi tersebut menunjukkan potensi kenaikan sekitar 25 kali lipat dalam empat tahun ke depan.
Standard Chartered Optimistis terhadap Chainlink
Kepala Riset Aset Digital Global Standard Chartered, Geoff Kendrick, menilai Chainlink memiliki posisi strategis dalam perkembangan industri aset ter-tokenisasi.
Menurut proyeksi tersebut, Chainlink dinilai sebagai salah satu platform komprehensif yang mampu mendukung berbagai tahapan dalam siklus hidup aset yang telah ditokenisasi.
Peran tersebut menjadi semakin penting seiring meningkatnya penggunaan teknologi blockchain oleh lembaga keuangan dan perusahaan besar.
Aset Tokenisasi Diprediksi Capai US$4 Triliun
Salah satu faktor utama di balik target harga LINK US$200 adalah pertumbuhan pasar aset ter-tokenisasi.
Standard Chartered memperkirakan nilai aset yang ditokenisasi di jaringan blockchain dapat mencapai US$4 triliun pada akhir 2028. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan estimasi nilai sekitar US$340 miliar saat ini.
Pertumbuhan tersebut diperkirakan meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur blockchain yang mampu menyediakan data eksternal terpercaya, komunikasi antarjaringan, serta solusi yang mendukung kepatuhan terhadap regulasi.
Chainlink Punya Peran Penting di Ekosistem DeFi
Chainlink dikenal sebagai jaringan oracle blockchain yang menghubungkan smart contract dengan data dan informasi dari luar jaringan blockchain.
Menurut laporan Standard Chartered, jaringan Chainlink saat ini mengamankan lebih dari 70% pasar DeFi global.
Chainlink juga telah membangun kemitraan dengan sejumlah institusi keuangan besar, termasuk Swift, DTCC, Euroclear, JPMorgan, dan Mastercard.
Keterlibatan dengan institusi tradisional tersebut menjadi salah satu alasan Standard Chartered melihat potensi pertumbuhan Chainlink dalam beberapa tahun mendatang.
Pendapatan Chainlink Diprediksi Naik 25 Kali Lipat
Selain memproyeksikan harga LINK mencapai US$200, Standard Chartered memperkirakan pendapatan berbasis biaya atau fee Chainlink dapat meningkat sekitar 25 kali lipat hingga 2030.
Pertumbuhan tersebut diperkirakan didorong oleh meningkatnya penggunaan Cross-Chain Interoperability Protocol (CCIP) serta layanan oracle Chainlink.
CCIP memungkinkan komunikasi dan transfer data atau aset di antara jaringan blockchain yang berbeda. Jika adopsi teknologi ini terus meningkat, permintaan terhadap infrastruktur Chainlink berpotensi ikut bertambah.
Risiko yang Bisa Menekan Harga LINK
Meski memberikan proyeksi bullish, Standard Chartered juga mengidentifikasi sejumlah risiko yang dapat menghambat pertumbuhan Chainlink dan harga LINK.
Salah satu risiko utama adalah lambatnya adopsi tokenisasi oleh lembaga keuangan tradisional. Jika proses tokenisasi berjalan lebih lambat dari perkiraan, permintaan terhadap layanan Chainlink juga berpotensi tidak mencapai target.
Persaingan dari penyedia layanan data yang lebih spesifik juga menjadi tantangan. Selain itu, potensi gangguan teknis pada jaringan blockchain dan infrastruktur Chainlink dapat menjadi risiko tambahan bagi ekosistem.
Prospek Chainlink hingga 2030
Target US$200 dari Standard Chartered menunjukkan keyakinan bahwa Chainlink dapat memainkan peran penting dalam perkembangan pasar aset ter-tokenisasi dan infrastruktur keuangan berbasis blockchain.
Namun, pencapaian target tersebut tetap bergantung pada sejumlah faktor, termasuk pertumbuhan tokenisasi aset, adopsi CCIP, perkembangan DeFi, penggunaan layanan oracle, serta kemampuan Chainlink mempertahankan posisinya di tengah persaingan industri.
Dengan harga LINK yang masih berada di sekitar US$8, proyeksi US$200 tentu membutuhkan pertumbuhan yang sangat besar. Investor tetap perlu mempertimbangkan volatilitas pasar kripto dan berbagai risiko yang dapat memengaruhi perkembangan ekosistem Chainlink.
Kesimpulan
Standard Chartered menetapkan target harga Chainlink (LINK) sebesar US$200 pada akhir 2030, atau sekitar 25 kali lipat dari harga yang berada di kisaran US$8.
Proyeksi tersebut didukung oleh perkiraan pertumbuhan aset ter-tokenisasi hingga US$4 triliun pada akhir 2028, peningkatan penggunaan layanan oracle dan CCIP, serta hubungan Chainlink dengan berbagai institusi keuangan besar.
Meski prospeknya dinilai positif, Standard Chartered tetap memperingatkan risiko seperti lambatnya adopsi tokenisasi, persaingan penyedia data, dan potensi gangguan teknis pada jaringan.