Strategy kembali menjual sebagian kepemilikan Bitcoin di tengah tekanan harga BTC. Perusahaan yang dipimpin Michael Saylor tersebut melepas 1.690 BTC dengan nilai sekitar US$108,6 juta.
Strategy, perusahaan yang dikenal sebagai salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia, kembali mengurangi kepemilikan aset kriptonya.
Berdasarkan laporan 8-K yang diajukan kepada Securities and Exchange Commission (SEC), Strategy menjual sebanyak 1.690 BTC dalam periode 3 hingga 9 Agustus 2026. Penjualan tersebut dilakukan dengan harga rata-rata sekitar US$64.262 per Bitcoin.
Kepemilikan Bitcoin Strategy Turun
Setelah transaksi terbaru tersebut, total kepemilikan Bitcoin Strategy turun menjadi sekitar 840.447 BTC.
Dengan harga pasar Bitcoin saat ini, kepemilikan tersebut diperkirakan memiliki nilai sekitar US$54,7 miliar.
Strategy sebelumnya mengakumulasi Bitcoin dengan total biaya sekitar US$63,4 miliar, termasuk biaya dan pengeluaran terkait pembelian. Harga beli rata-rata perusahaan berada di kisaran US$75.385 per BTC.
Artinya, harga Bitcoin yang masih berada di bawah rata-rata harga akuisisi Strategy membuat perusahaan menghadapi kerugian belum terealisasi sekitar US$8,7 miliar pada portofolio Bitcoin tersebut.
Strategy Masih Kuasai Sekitar 4% Suplai Bitcoin
Meskipun kembali menjual Bitcoin, jumlah aset yang dimiliki Strategy masih sangat besar dibandingkan perusahaan publik lainnya.
Dengan kepemilikan sekitar 840.447 BTC, Strategy menguasai kurang lebih 4% dari total maksimum suplai Bitcoin yang dibatasi hanya 21 juta BTC.
Besarnya kepemilikan tersebut membuat setiap perubahan strategi investasi perusahaan berpotensi menjadi perhatian besar bagi pasar kripto.
Penjualan Bitcoin Jadi Sorotan Investor
Penjualan 1.690 BTC oleh Strategy menjadi perhatian karena perusahaan selama ini dikenal agresif dalam mengakumulasi Bitcoin.
Di bawah kepemimpinan Michael Saylor, Strategy menjadikan Bitcoin sebagai bagian utama dari strategi treasury perusahaan. Namun, transaksi terbaru menunjukkan bahwa perusahaan juga dapat melakukan penyesuaian terhadap portofolionya ketika kondisi pasar berubah.
Investor kini akan mencermati apakah penjualan tersebut merupakan langkah sementara untuk mengelola likuiditas dan risiko, atau menjadi bagian dari strategi yang lebih besar terkait kepemilikan Bitcoin perusahaan.
Pergerakan harga BTC selanjutnya juga akan menjadi faktor penting terhadap nilai portofolio Strategy, terutama karena harga rata-rata akuisisi perusahaan masih berada di atas harga pasar yang disebutkan dalam laporan tersebut.
Kesimpulan
Strategy telah menjual 1.690 BTC senilai sekitar US$108,6 juta pada periode 3–9 Agustus 2026. Setelah transaksi tersebut, perusahaan masih memiliki 840.447 BTC dengan nilai pasar sekitar US$54,7 miliar.
Dengan harga rata-rata pembelian sekitar US$75.385 per BTC, portofolio Bitcoin Strategy masih menghadapi kerugian belum terealisasi ketika harga BTC berada di bawah level tersebut. Meski demikian, perusahaan tetap menjadi salah satu pemegang Bitcoin terbesar di dunia dengan kepemilikan sekitar 4% dari maksimum suplai Bitcoin.