Harga Bitcoin (BTC) masih bergerak jauh di bawah rekor tertingginya setelah mengalami koreksi besar sepanjang 2026. Namun, Gemini AI melihat peluang pemulihan masih terbuka hingga akhir tahun.
Berdasarkan analisis Gemini AI, harga Bitcoin diproyeksikan berada di kisaran $85.000 hingga $105.000 pada akhir 2026. Skenario dasarnya berada di sekitar $92.000, sementara $95.000 dinilai sebagai target yang paling mungkin.
Meski demikian, terdapat satu level penting yang perlu diperhatikan. Gemini menilai penurunan Bitcoin hingga menembus $55.000 di tengah pengetatan kondisi makro dapat mengubah skenario tersebut secara signifikan.
Gemini AI Prediksi Bitcoin Bisa Menuju $95.000
Dalam skenario utamanya, Gemini memperkirakan Bitcoin dapat kembali ke sekitar $95.000 pada akhir 2026.
Dengan harga BTC dalam referensi berada di sekitar $62.964, Bitcoin membutuhkan kenaikan kurang lebih 51% untuk mencapai $95.000. Sementara untuk mencapai base case $92.000, kenaikan yang dibutuhkan sekitar 46%.
Salah satu faktor yang menjadi perhatian Gemini adalah berlanjutnya pembelian Bitcoin untuk corporate treasury. Pembelian perusahaan dapat menyerap sebagian suplai BTC yang tersedia apabila akumulasi terus berlangsung.
Perubahan aturan fair-value accounting dari Financial Accounting Standards Board (FASB) juga dinilai membantu perusahaan yang ingin memasukkan Bitcoin ke neraca.
Selain faktor institusional, Gemini turut menyoroti peningkatan volume transaksi Lightning Network. Aktivitas yang meningkat pada jaringan pembayaran Bitcoin tersebut dinilai menambah sisi utilitas BTC di luar fungsi penyimpanan nilai.
Baca juga: The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga September Jika Hal Ini Terjadi