Membaca arah pasar tidak harus dilakukan dengan mengikuti setiap pergerakan harga atau berita yang muncul.
Jim Cramer, pembawa acara Mad Money CNBC sekaligus mantan manajer hedge fund, menilai investor dapat berfokus pada tiga indikator utama untuk memahami kondisi pasar.
Ketiganya adalah yield obligasi pemerintah AS, harga minyak, dan kinerja saham Nvidia. Menurut Cramer, indikator tersebut dapat memberikan gambaran mengenai suku bunga, inflasi, risiko geopolitik, hingga kekuatan belanja teknologi.
- Yield Obligasi AS
Indikator pertama yang disoroti Cramer adalah yield US Treasury. Saat yield meningkat, obligasi menawarkan imbal hasil yang semakin menarik sehingga dapat bersaing dengan saham dalam memperebutkan modal investor.
Yield yang tinggi juga dapat mencerminkan ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan kebijakan moneter ketat atau menaikkan suku bunga.
Saat ini, yield Treasury AS tenor 30 tahun berada di sekitar 5,2%. Cramer menilai level tersebut terlalu tinggi untuk diabaikan oleh pasar.
- Harga Minyak
Indikator kedua adalah harga minyak, terutama karena hubungannya dengan inflasi. Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan biaya energi dan transportasi yang kemudian merambat ke harga barang dan jasa.
Jika tekanan inflasi kembali meningkat, ekspektasi kebijakan The Fed juga dapat berubah. Kondisi tersebut selanjutnya dapat memengaruhi pasar obligasi dan aset berisiko.
Minyak saat ini juga menjadi salah satu indikator risiko geopolitik di tengah konflik Iran dan perhatian terhadap Selat Hormuz, jalur penting perdagangan energi.
Namun, Cramer mengingatkan investor agar tidak bereaksi berlebihan terhadap pergerakan minyak dalam satu hari. Harga minyak masih berada di bawah level tertinggi yang sempat dicapai sebelumnya.
- Kinerja Nvidia
Indikator terakhir yang digunakan Cramer adalah Nvidia, perusahaan yang berada di pusat pertumbuhan infrastruktur artificial intelligence (AI).
Pandangan tersebut berkaitan dengan meluasnya investasi AI ke berbagai sektor. Belanja teknologi tidak lagi hanya datang dari beberapa perusahaan teknologi besar, tetapi mulai menyebar ke perusahaan lain yang menggunakan AI untuk meningkatkan efisiensi.
Karena itu, kinerja Nvidia dinilai dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan belanja infrastruktur AI dan sentimen terhadap sektor teknologi yang memiliki pengaruh besar terhadap pasar saham AS.