Pendiri Strategy, perusahaan pemegang Bitcoin (BTC) korporasi terbesar, Michael Saylor membagikan pandangannya tentang cara anak muda mencari peluang ekonomi dari perkembangan artificial intelligence (AI).
Ia menyarankan generasi muda memahami AI secara mendalam dan memanfaatkannya untuk menciptakan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Pernyataan itu disampaikan Saylor dalam wawancara bersama Steven Bartlett di The Diary of a CEO. Ia menilai peluang dapat muncul ketika seseorang menggunakan AI untuk menciptakan produk baru atau membuat layanan yang sudah ada menjadi lebih murah.
Ia kemudian menjelaskan pendekatan yang menurutnya lebih relevan di tengah perkembangan AI.
Saylor juga menekankan pentingnya memiliki keahlian pada bidang tertentu. Dengan begitu, penggunaan AI tidak berhenti pada kemampuan mengoperasikan teknologi, tetapi dapat diarahkan untuk menyelesaikan persoalan spesifik.
Saylor Soroti Peluang dari S-Curve Teknologi
Saylor menyebut konsep S-curve sebagai salah satu cara untuk melihat peluang dari perkembangan teknologi.
S-curve menggambarkan perkembangan teknologi yang dimulai secara perlahan, kemudian memasuki periode pertumbuhan cepat sebelum akhirnya mencapai fase matang. Menurut Saylor, peluang besar berada di sekitar awal fase pertumbuhan cepat tersebut.
AI dan teknologi digital baru dinilai masih menyediakan peluang semacam itu. Strateginya adalah mencari sesuatu yang baru dapat diwujudkan berkat perkembangan teknologi, kemudian membangun produk atau layanan di sekitarnya sejak awal.
Pendekatan tersebut berbeda dengan sekadar menguasai prompt AI. Keahlian pada bidang tertentu tetap menjadi bagian penting karena kemampuan menggunakan AI perlu dikombinasikan dengan pemahaman terhadap masalah yang ingin diselesaikan.