Analis Pierre Rochard memperkirakan harga Bitcoin (BTC) di akhir 2026 ditutup di sekitar $80.000 usai aset kripto tersebut mencatat rebound tajam dalam beberapa hari terakhir.
Rochard menilai Bitcoin belum siap memasuki reli parabolik, tetapi peluang kenaikan masih terbuka. Ia bahkan memperkirakan BTC dapat menembus $120.000 pada 2027 dan berpotensi mencapai $300.000 pada 2030.
Dalam pernyataannya kepada CoinDesk pada Kamis (20/8), Rochard memperkirakan Bitcoin akan mengakhiri tahun di kisaran $80.000 sebelum berpotensi mencatat kenaikan yang lebih besar pada tahun berikutnya.
Proyeksi tersebut muncul setelah Bitcoin mencatat rebound kuat. Data dalam referensi menunjukkan BTC sempat bergerak dari sekitar $63.000 ke $75.401 dalam waktu kurang dari 48 jam.
Pergerakan tersebut membentuk higher high dan higher low. Sederhananya, harga membentuk puncak dan titik terendah baru yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, sebuah pola yang menunjukkan momentum jangka pendek membaik.
Glassnode juga mencatat pergerakan tersebut mencapai 5,8 sigma terhadap volatilitas 30 hari, menjadi lonjakan ke atas sebesar itu yang terkuat sejak Oktober 2023.
Menurut Rochard, proyeksi Bitcoin hingga akhir tahun sangat bergantung pada kebijakan Federal Reserve (The Fed) dan kondisi makroekonomi.
Jika ekonomi AS melemah cukup untuk membuka ruang penurunan suku bunga tanpa kembali mendorong inflasi, likuiditas pasar berpotensi membaik. Kondisi tersebut dapat memberikan lingkungan yang lebih mendukung bagi aset berisiko seperti Bitcoin.
Rochard juga melihat perkembangan artificial intelligence (AI) berpotensi meningkatkan produktivitas dan membantu menekan inflasi. Dalam skenario tersebut, The Fed memiliki ruang lebih besar untuk menurunkan suku bunga.
Namun, proyeksi $80.000 tetap merupakan perkiraan analis, bukan kepastian harga. Perubahan inflasi dan kebijakan suku bunga dapat membuat kondisi pasar bergerak berbeda.