Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat atau Securities and Exchange Commission (SEC) mengusulkan Regulation Crypto Assets (Reg Crypto) pada 18 Agustus 2026.
Proposal ini membuka jalur bagi proyek untuk menghimpun modal melalui penerbitan token berbasis blockchain.
Menurut perusahaan pengelola aset kripto terbesar di dunia, Grayscale, aturan tersebut berpotensi mendorong lebih banyak aktivitas onchain di AS.
Apabila penerbitan token meningkat, jaringan seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan BNB Chain (BNB) dinilai dapat ikut memperoleh manfaat.
SEC Siapkan Aturan Fundraising Lewat Token
Reg Crypto ditujukan untuk token baru yang diterbitkan sebagai sarana penghimpunan modal, bukan tokenisasi saham yang sudah ada.
SEC mengusulkan kerangka khusus agar penerbit dapat menawarkan token hingga batas penggalangan dana tertentu dengan memenuhi persyaratan kelayakan dan keterbukaan informasi.
Langkah ini menjawab ketidakjelasan regulasi yang selama ini membayangi token-based fundraising di AS.
Pada siklus kripto 2017–2018, metode Initial Coin Offering (ICO) sempat populer sebagai cara proyek memperoleh pendanaan.
Model lain kemudian berkembang melalui IEO dan IDO, tetapi banyak penawaran dilakukan di luar AS dan tidak tersedia bagi investor Amerika.