Ethereum sedang mempersiapkan salah satu upgrade terbesar berikutnya yang dikenal dengan nama Glamsterdam. Upgrade ini saat ini ditargetkan hadir pada kuartal keempat 2026 dan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas jaringan utama Ethereum secara signifikan.
Salah satu target utama Glamsterdam adalah meningkatkan gas limit Ethereum hingga sekitar 200 juta, naik jauh dari sekitar 60 juta saat ini.
Jika berhasil diterapkan sesuai rencana, peningkatan tersebut dapat membuat Ethereum memproses lebih banyak aktivitas langsung di jaringan utama atau layer-1 (L1).
Mengapa Glamsterdam Penting bagi Ethereum?
Ethereum masih menjadi salah satu jaringan blockchain dengan ekosistem pengembang terbesar di industri. Namun, jaringan ini masih menghadapi tantangan dalam hal kecepatan transaksi dan biaya ketika aktivitas on-chain meningkat.
Persaingan juga semakin ketat.
Sejumlah blockchain menawarkan transaksi yang cepat dan biaya rendah, sehingga mulai menarik aktivitas seperti trading, pembayaran, hingga aplikasi konsumen.
Karena itu, Ethereum tidak hanya perlu mempertahankan ekosistem pengembang dan likuiditasnya, tetapi juga harus memastikan jaringan utamanya mampu menangani lebih banyak transaksi tanpa membuat biaya melonjak.
Glamsterdam menjadi salah satu bagian penting dari upaya tersebut.
Ethereum Ingin Menambah Kapasitas L1
Salah satu area yang berpotensi mendapat manfaat besar dari peningkatan kapasitas Ethereum adalah decentralized exchange atau DEX.
Federico Variola, CEO Phemex, menilai perkembangan DEX menjadi salah satu tantangan penting bagi Ethereum, terutama ketika regulator mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap platform perdagangan terdesentralisasi seperti Hyperliquid.
Menurutnya, Ethereum harus tetap mempertahankan sifat desentralisasinya, tetapi pada saat yang sama mampu memberikan kecepatan transaksi yang lebih baik dengan biaya yang tidak terlalu mahal.
Kebutuhan tersebut semakin penting karena aplikasi seperti DEX membutuhkan eksekusi transaksi yang cepat, likuiditas besar, serta biaya rendah agar pengguna dapat melakukan transaksi secara efisien.
Ethereum sebenarnya sudah mencoba mengatasi masalah skalabilitas melalui jaringan layer-2 atau L2.
Namun, hasilnya belum sepenuhnya sesuai harapan.
Variola menilai memang sudah ada kemajuan, tetapi sejumlah kegagalan dalam beberapa tahun terakhir membuat sebagian modal dan aktivitas berpindah ke ekosistem blockchain lain.
Ethereum sendiri telah meningkatkan gas limit secara bertahap. Dari sekitar 30 juta pada awal 2025, angka tersebut kemudian meningkat menjadi sekitar 60 juta.
Melalui Glamsterdam, para pengembang ingin membawa peningkatan kapasitas tersebut ke level yang jauh lebih tinggi.
Tantangan Terbesar Ada pada Hardware Validator
Menaikkan gas limit bukan pekerjaan sederhana.
Semakin besar blok yang diproses, semakin besar pula beban yang harus ditanggung validator Ethereum. Validator harus mampu memproses transaksi dan memperbarui data jaringan dalam waktu yang ditentukan oleh sistem.
Jika kebutuhan hardware meningkat terlalu tinggi, operator kecil bisa kesulitan menjalankan node.
Hal tersebut berpotensi membuat proses validasi semakin terkonsentrasi pada operator profesional yang memiliki perangkat dengan kemampuan komputasi lebih besar.
Karena itu, Glamsterdam tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas. Ethereum juga perlu membuat proses eksekusi menjadi lebih efisien.
Sejumlah Teknologi Disiapkan dalam Glamsterdam
Ada beberapa perubahan penting yang dirancang untuk membantu Ethereum meningkatkan throughput tanpa membuat kebutuhan hardware validator melonjak terlalu tinggi.
Block-Level Access Lists
Salah satunya adalah Block-Level Access Lists atau EIP-7928.
Teknologi ini memungkinkan klien Ethereum mengetahui lebih awal akun dan data penyimpanan atau storage yang akan digunakan dalam sebuah blok.
Dengan informasi tersebut, beberapa pekerjaan seperti pembacaan data, pemrosesan transaksi, dan perhitungan state dapat dilakukan secara lebih paralel.
Tujuannya adalah membuat pemrosesan blok yang lebih besar menjadi lebih efisien.
Enshrined Proposer-Builder Separation
Glamsterdam juga membawa konsep enshrined proposer-builder separation atau ePBS.
Perubahan ini berkaitan dengan cara blok Ethereum dibuat dan divalidasi.
Jika dikombinasikan dengan Block-Level Access Lists, teknologi tersebut diharapkan membantu Ethereum menangani lebih banyak aktivitas di layer-1 tanpa memberikan tambahan beban yang terlalu besar kepada validator.
Mengontrol Pertumbuhan State
Ethereum juga memperhatikan pertumbuhan data jaringan.
Melalui EIP-8037, pengembang ingin mengatur kembali biaya ekonomi untuk menciptakan state permanen di jaringan.
Targetnya adalah menjaga pertumbuhan state tahunan sekitar 120 GiB meskipun gas limit Ethereum nantinya meningkat hingga 200 juta.
Dengan begitu, kebutuhan hardware untuk menjalankan node diharapkan tetap berada pada tingkat yang dapat dijangkau oleh operator biasa.
Verifikasi Zero-Knowledge
Dalam jangka panjang, teknologi zero-knowledge juga dapat memainkan peran penting.
Jika sistem verifikasi zkEVM berkembang sesuai harapan, validator nantinya dapat memverifikasi bukti kriptografi tanpa harus mengeksekusi ulang seluruh transaksi.
Hal tersebut berpotensi mengurangi beban komputasi dan memungkinkan Ethereum meningkatkan throughput tanpa menaikkan kebutuhan hardware secara ekstrem.
Apakah Rollup Masih Dibutuhkan?
Pertanyaan lain yang muncul adalah apakah peningkatan kapasitas L1 Ethereum akan membuat rollup kehilangan relevansinya.
Jawabannya kemungkinan besar tidak.
Fernando Lillo Aranda, CMO Zoomex, menilai performa layer-1 yang lebih baik memang dapat membuat sebagian aplikasi mempertimbangkan kembali pilihan mereka.
Jika Ethereum menjadi lebih cepat, murah, dan scalable, beberapa aplikasi mungkin akan memilih untuk langsung dibangun di L1.
Keuntungannya adalah arsitektur aplikasi menjadi lebih sederhana. Pengguna juga tidak perlu terlalu sering berpindah jaringan atau memindahkan aset antar-chain.
Namun, rollup memiliki keunggulan lain yang tidak hanya berkaitan dengan skalabilitas.
Rollup dapat memberikan lingkungan eksekusi khusus, latensi yang lebih rendah, fleksibilitas biaya, hingga kontrol yang lebih besar terhadap desain aplikasi dan tata kelola.
Karena itu, peningkatan L1 Ethereum tidak otomatis membuat rollup menjadi tidak diperlukan.
Sebaliknya, keduanya kemungkinan akan terus berkembang secara berdampingan.
Ethereum Masih Memiliki Keunggulan Pengembang
Meskipun persaingan blockchain semakin ketat, Ethereum masih memiliki salah satu komunitas developer terbesar di industri.
Data dari Electric Capital menunjukkan bahwa ekosistem Ethereum memiliki sekitar 7.600 pengembang aktif bulanan, dibandingkan sekitar 2.300 di Solana. Jika seluruh ekosistem EVM dihitung, jumlahnya bahkan mencapai sekitar 10.000 pengembang.
Angka tersebut menunjukkan bahwa Ethereum masih memiliki keunggulan besar dari sisi developer.
Selain pengembang, Ethereum juga memiliki ekosistem aplikasi yang luas, likuiditas besar, berbagai tool pengembangan, serta infrastruktur yang sudah matang.
Namun, para developer kini memiliki lebih banyak pilihan dibandingkan sebelumnya.
Blockchain dengan biaya murah dan throughput tinggi menjadi semakin menarik, terutama untuk aplikasi yang membutuhkan transaksi dalam jumlah besar.
Karena itu, Ethereum harus mampu menawarkan kombinasi antara keamanan, likuiditas, desentralisasi, dan performa.
Glamsterdam Bisa Menjadi Langkah Penting Ethereum
Glamsterdam pada akhirnya bukan hanya tentang menaikkan gas limit dari 60 juta menjadi sekitar 200 juta.
Upgrade ini merupakan bagian dari upaya Ethereum untuk meningkatkan kapasitas jaringan utama sambil tetap menjaga agar jaringan dapat dijalankan oleh validator dengan hardware yang relatif terjangkau.
Jika berbagai perubahan seperti Block-Level Access Lists, ePBS, kontrol pertumbuhan state, dan teknologi zero-knowledge dapat berjalan sesuai rencana, Ethereum berpotensi memiliki layer-1 yang jauh lebih kuat.
Hal tersebut juga dapat mengubah pilihan aplikasi dalam menentukan tempat mereka melakukan deployment.
Aplikasi yang membutuhkan komposabilitas, likuiditas, dan akses langsung ke ekosistem Ethereum mungkin akan semakin tertarik menggunakan L1. Sementara itu, aplikasi dengan kebutuhan khusus, transaksi berfrekuensi tinggi, atau lingkungan eksekusi tertentu masih dapat memilih rollup maupun chain khusus aplikasi.
Dengan kata lain, Glamsterdam tidak harus menjadi akhir dari era rollup.
Justru, upgrade ini bisa menjadi fondasi baru bagi ekosistem Ethereum yang lebih cepat, lebih efisien, dan mampu menampung aktivitas on-chain yang jauh lebih besar. okeslot
Persaingan blockchain akan terus meningkat. Namun, jika Glamsterdam berhasil mencapai targetnya, Ethereum akan memiliki senjata baru untuk mempertahankan posisi sebagai salah satu pusat utama pengembangan aplikasi blockchain.