Aktivitas XRP Ledger (XRPL) menunjukkan perubahan tajam setelah jumlah transaksi per ledger melonjak 187,9% menjadi 189,29 transaksi.
Peningkatan ini terjadi ketika harga XRP berada di sekitar $1,41 – $1,42 pada Jumat (28/8) setelah sebelumnya melonjak dari area $1,00.
Namun, lonjakan tersebut tidak berarti seluruh aktivitas jaringan XRP meningkat. Sejumlah indikator justru melemah, sehingga data XRPL perlu dilihat secara menyeluruh untuk memahami kondisi jaringan dan potensi dampaknya terhadap harga XRP.
Transaksi per Ledger XRP Naik 187,9%
Dilansir dari UToday, selain transaksi per ledger, jumlah pembayaran di XRP Ledger meningkat 19,3% menjadi sekitar 568.100 transaksi. Hal ini menunjukkan jumlah aktivitas pembayaran masih tinggi.
Di sisi lain, total transaksi turun 26,4% menjadi sekitar 994.000, sedangkan transaksi berhasil turun 16,3% menjadi 914.100. Jumlah ledger yang ditutup bahkan anjlok 74,4% menjadi sekitar 5.300.
Penurunan jumlah ledger tersebut ikut menjelaskan lonjakan 187,9%. Sederhananya, lebih sedikit ledger menampung aktivitas transaksi yang masih besar, sehingga rata-rata transaksi dalam setiap ledger meningkat.
Pengguna Aktif Naik, tetapi Nilai Pembayaran Turun
Data akun XRP Ledger juga menunjukkan kondisi beragam. Pengguna aktif naik 157% menjadi sekitar 478.300, tetapi jumlah akun aktif turun 64,5% menjadi 4.800 dan akun baru merosot 77,7% menjadi 463.
Nilai pembayaran juga turun 82,2% menjadi sekitar 70,8 juta XRP, meskipun jumlah pembayaran meningkat. Artinya, jaringan memproses lebih banyak pembayaran, tetapi rata-rata nilai setiap pembayaran menjadi lebih kecil.
Biaya transaksi yang dibakar juga turun 67,5% menjadi 92,2 XRP. Dengan demikian, kenaikan transaksi per ledger belum dapat diartikan sebagai pertumbuhan merata pada seluruh indikator fundamental XRPL.