Harga Bitcoin (BTC) memasuki awal September 2026 di sekitar US$78.800 setelah kembali gagal bertahan di atas US$80 ribu.
Kini, US$81.800 menjadi level penting untuk membuka peluang menuju US$85 ribu, sementara US$75 ribu menjadi batas yang perlu dijaga agar risiko penurunan ke US$70 ribu tidak membesar.
Bitcoin sebelumnya sempat menyentuh US$81.265 sebelum aksi ambil untung menahan kenaikannya. Meski harga kemudian terkoreksi, BTC masih membukukan kenaikan 23,5% dalam sepekan hingga 23 Agustus 2026, dengan harga bertambah sekitar US$14.775.
Arah Bitcoin selanjutnya juga akan berhadapan dengan sejumlah agenda ekonomi AS dan perubahan arus dana ETF Bitcoin spot.
Namun, pada 28 Agustus terjadi outflow US$201,9 juta. Arus keluar tersebut mengakhiri sembilan sesi inflow berturut-turut ETF Bitcoin spot.
Pada periode yang sama, ETF Bitcoin dan Ethereum spot BlackRock dilaporkan menarik dana lebih dari US$1,58 miliar selama sepekan.
Michael Saylor juga kembali mengunggah pelacak pembelian Bitcoin pada Minggu (30/8) dengan tulisan “We’re back”. Unggahan tersebut memberi sinyal bahwa Strategy berpotensi kembali melakukan pembelian Bitcoin.
Bitcoin Perlu Lewati US$81.800 untuk Menuju US$85 Ribu
Melansir dari CoinGape, dalam skenario bullish, Bitcoin membutuhkan penutupan harian di atas US$81.800 untuk memperkuat peluang kenaikan.
Jika level tersebut berhasil dilewati, target berikutnya berada di US$83 ribu sebelum US$85 ribu. Dari harga sekitar US$78.800, BTC membutuhkan kenaikan sekitar 8% untuk mencapai target tersebut.
Volume perdagangan yang kuat dan kembalinya inflow ETF Bitcoin spot dapat memperkuat konfirmasi breakout. Sebaliknya, kegagalan menembus resistance membuat perhatian beralih ke area support BTC.