CEO Strategy Phong Le, kembali jadi sorotan usai mengaku tidak menyesali keputusan perusahaan menjual ribuan Bitcoin di kisaran $60.000, sebelum kembali membelinya ketika harga sudah berada di atas $80.000.
Menurutnya, keputusan tersebut bukan didasarkan pada prediksi harga Bitcoin, melainkan kondisi neraca dan biaya pendanaan perusahaan.
Belakangan ini, Strategy sendiri kembali beli Bitcoin setelah vakum selama 10 minggu, dengan mengakuisisi 4.603 BTC senilai $369,7 juta pada periode 24 – 30 Agustus 2026 dengan harga rata-rata $80.318 per BTC.
Strategy menjual 6.916 BTC dalam empat tahap sejak akhir Juni hingga pertengahan Agustus dengan harga rata-rata sekitar $62.200 per BTC. Sekilas, transaksi tersebut terlihat seperti strategi “jual murah, beli mahal” karena perusahaan kemudian kembali membeli Bitcoin di harga yang lebih tinggi.
Namun, Phong Le mengatakan penjualan Bitcoin saat itu merupakan keputusan yang tepat untuk mendanai pembayaran dividen STRC. STRC merupakan saham preferen perpetual Strategy dengan tingkat dividen yang dapat disesuaikan untuk menjaga harganya mendekati nilai $100.