Peluang lowongan kerja terkait Bitcoin di sektor perbankan AS berpotensi semakin terbuka jika CLARITY Act berhasil melewati proses legislasi.
RUU tersebut dapat memberi ruang bagi bank untuk menjalankan layanan aset digital yang membutuhkan tenaga di bidang compliance, hukum, custody, manajemen risiko, hingga infrastruktur.
Potensinya cukup besar karena sektor perbankan komersial AS memiliki skala sekitar $25,7 triliun, sementara valuasi pasar Bitcoin sekitar $1,3 triliun. Namun, peluang pekerjaan tersebut masih bersifat potensial karena CLARITY Act belum menjadi undang-undang.
Gambaran kebutuhan tenaga kerja aset digital sebenarnya sudah mulai terlihat di industri perbankan. JPMorgan Chase sebelumnya membuka sejumlah lowongan terkait crypto, aset digital, blockchain, dan kriptografi, mulai dari bidang riset hingga teknologi dan strategi.
Posisi yang tersedia mencakup Crypto Analyst – Vice President, Lead Blockchain Architect, Senior Lead Software Engineer – Digital Assets, hingga Senior Lead Security Engineer – Advanced Cryptography. Sejumlah posisi berada di tingkat Vice President hingga Executive Director dan tersebar di AS, Eropa, Inggris, serta Asia.
Namun, lowongan JPMorgan tersebut bukan dampak dari CLARITY Act karena RUU itu belum berlaku. Kasus ini lebih tepat menjadi contoh bahwa kebutuhan tenaga kerja aset digital sudah muncul di bank besar.
Jika CLARITY Act nantinya disahkan dan aktivitas bank di sektor aset digital berkembang, kebutuhan tersebut berpotensi semakin luas ke trading Bitcoin, operasional custody, manajemen risiko, legal, compliance, dan infrastruktur blockchain.