Saham teknologi berbasis AI menghadapi risiko tekanan baru setelah sejumlah pemimpin industri menyerukan agar pengembangan kecerdasan buatan diperlambat.
Kekhawatiran muncul karena perusahaan teknologi besar tetap menggelontorkan sekitar $700 miliar untuk infrastruktur AI tahun ini, sementara laju pengembangan teknologinya berpotensi melambat.
Menurut Bull Theory pada Minggu (13/9), ancaman kali ini berbeda dibandingkan tekanan sebelumnya yang muncul ketika China merilis model AI berbiaya lebih murah. Kini, kekhawatiran justru datang dari perusahaan yang mengembangkan teknologi AI itu sendiri.
CEO Anthropic Dario Amodei menilai perkembangan AI semakin cepat dan perusahaan perlu memperlambat lajunya agar risiko keamanan tetap dapat dikendalikan. Sam Altman dan Elon Musk juga disebut setuju dengan Amodei.
Kepala ilmuwan OpenAI bahkan mengakui belum ada laboratorium AI yang sepenuhnya menyelesaikan persoalan keamanan sehingga pengembangan dapat terus ditingkatkan tanpa batas.
Artinya, tantangan industri kini bukan hanya soal siapa yang memiliki teknologi paling canggih, tetapi juga seberapa aman teknologi tersebut dikembangkan.
Bull Theory menilai situasi kali ini berbeda karena kekhawatiran tidak datang dari pesaing eksternal, melainkan dari dalam industri AI sendiri.