Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Bitcoin Disebut Berada di “Fall Season” Siklus Empat Tahunan, Apa Maksudnya?

Posted on November 14, 2025

Bank global Morgan Stanley memperingatkan bahwa Bitcoin kini berada di fase “fall season” dalam siklus pasar kripto empat tahunan alias periode yang disebut sebagai waktu terakhir untuk mengambil keuntungan sebelum datangnya “crypto winter” berikutnya.

Dalam podcast Crypto Goes Mainstream, analis investasi Denny Galindo menjelaskan bahwa pergerakan harga Bitcoin mengikuti pola “tiga tahun naik, satu tahun turun”.

Artinya, setelah tiga tahun pertumbuhan signifikan, akan ada satu fase koreksi besar. Bagaimana penjelasan siklus ini?

Pada 5 November 2025, harga Bitcoin sempat jatuh di bawah $99.000, menembus rata-rata pergerakan 365 hari. Ini menjadi level penting yang sering dianggap batas antara tren naik dan tren turun.

Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $102.331. Analis menilai pola pergerakannya mulai menyerupai siklus 2015 – 2018 dan 2018 – 2022, yang diikuti periode penurunan panjang.

Menurut Julio Moreno, Kepala Riset di CryptoQuant, penurunan di bawah garis rata-rata tahunan menandakan pergeseran sentimen makro menuju fase kehati-hatian. Likuiditas Pasar Kripto Mulai Melemah
Perusahaan analisa pasar kripto Wintermute menyoroti bahwa sumber likuiditas utama seperti stablecoin, ETF, dan Digital Asset Treasuries (DATs) menunjukkan perlambatan. Ketiga sektor tersebut sebelumnya menjadi penopang utama aliran modal ke pasar kripto, namun kini mulai kehilangan momentum.

Penurunan ini berarti pasokan uang baru ke ekosistem kripto semakin terbatas, sehingga memperbesar risiko koreksi harga. Namun di sisi lain, beberapa pelaku institusional tetap memandang Bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.

Investor Institusional Masih Percaya pada Bitcoin
Menurut Michael Cyprys, Kepala Divisi Broker dan Manajer Aset di Morgan Stanley Research, sebagian investor institusional kini memperlakukan Bitcoin layaknya emas digital, aset yang melindungi nilai dari pelemahan mata uang fiat.

Ia menambahkan bahwa ETF Bitcoin spot berperan penting dalam memperluas akses ke aset kripto di kalangan institusi besar.

Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa ETF Bitcoin di Amerika Serikat kini telah mengelola lebih dari $137 miliar aset, sementara Ether ETF mencapai $22,4 miliar. Angka ini menegaskan bahwa meski volatilitas meningkat, adopsi institusional terhadap kripto tetap berkembang.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Metaplanet Jual Saham untuk Tambah Kepemilikan Bitcoin
  • Bitcoin Anjlok Dihantam Ancaman Shutdown AS
  • AS Satukan Regulasi Kripto, SEC dan CFTC Bentuk MoU Pengawasan
  • Dirut BEI Iman Rachman Mundur, IHSG Sempat Terpukul
  • Worldcoin (WLD) Rally 27% Setelah Kabar Proyek Anti-Bot Sam Altman

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme