Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Waspada! XRP Bisa Ambruk Hingga 25% Akibat Pola Descending Triangle

Posted on November 29, 2025

XRP kembali masuk sorotan setelah analisis teknikal dan on-chain menunjukkan potensi koreksi cukup dalam, yakni 16% hingga 25%. 

Pola descending triangle, melemahnya aktivitas di XRP Ledger (XRPL), serta turunnya cadangan XRP di Binance hingga 300 juta token, menjadi kombinasi tekanan yang makin memperburuk sentimen pasar.

Meski XRP masih mendapat dukungan dari masuknya dana di ETF baru, banyak trader mulai mengantisipasi potensi penurunan signifikan dalam waktu dekat.

Tekanan Teknis Menguat: Pola Descending Triangle Muncul Lagi

Analis memperingatkan XRP bisa mengalami penurunan karena dipengaruhi oleh menurunnya XRP Ledger dan munculnya pola bearish klasik serupa descending triangle yang menandakan pelemahan tren. 

Bagi pembaca awam, descending triangle adalah pola grafik yang biasanya muncul menjelang penurunan harga, ditandai garis support mendatar dan lower high yang makin merapat.

Jika support yang diuji berulang kali akhirnya jebol, harga biasanya turun cukup agresif. Berdasarkan proyeksi, penurunan ke kisaran 16% – 25% menjadi skenario yang dianggap realistis.

Sinyal ini kian kuat karena tekanan jual meningkat sementara momentum beli terlihat stagnan selama beberapa pekan terakhir.

Aktivitas XRPL Melemah: Volume dan Transaksi Turun

Faktor bearish lain datang dari XRPL yang kini menunjukkan penurunan aktivitas jaringan. Data on-chain menunjukkan volume transaksi turun, aktivitas dompet baru melemah, dan penggunaan XRPL untuk utility payments melambat.

Dalam pasar kripto, turunnya aktivitas jaringan biasanya mengindikasikan menurunnya permintaan riil terhadap aset tersebut. Kondisi ini memperkuat potensi koreksi harga.

Cadangan Binance Anjlok 300 Juta XRP: Sinyal Apa?

Penurunan besar pada reserve XRP di Binance sekitar 300 juta XRP menjadi salah satu indikator yang menambah kecemasan pasar.

Turunnya reserve bisa memiliki dua interpretasi:

  • XRP ditarik ke dompet pribadi (self-custody naik)
  • potensi perpindahan ke off-exchange untuk tujuan trading di platform lain

Keduanya menandakan tekanan suplai yang dapat berdampak pada volatilitas jangka pendek.

Ripple Tetap Optimistis: “Periode Ini Akan Masif”

Di tengah tekanan ini, Ripple masih menampilkan sikap optimistis melalui komentar CEO Brad Garlinghouse dan CTO David Schwartz. 

Garlinghouse menyatakan bahwa periode ke depan akan menjadi fase penting bagi ekosistem XRP, terutama bagi solusi enterprise dan adopsi lembaga keuangan.

Namun sentimen positif ini belum cukup mengimbangi data teknikal dan on-chain yang melemah.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Tether Membekukan $5 Juta, Mengungkap Risiko Sentralisasi Stablecoin
  • Struktur Panji Makro Ethereum Selaras dengan Sinyal Dasar Lokal di Seluruh Segmen Pasar
  • SEI Siap Melaju di Tengah Pemulihan Altcoin
  • BitMine Mengakuisisi 14.618 ETH, Memperkuat Strategi Akumulasi Ethereum-nya
  • Monad Salip Ethereum Setelah Inflow Stablecoin Tembus Rp63 Triliun

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2025 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme