XRP kembali masuk sorotan setelah analisis teknikal dan on-chain menunjukkan potensi koreksi cukup dalam, yakni 16% hingga 25%.
Pola descending triangle, melemahnya aktivitas di XRP Ledger (XRPL), serta turunnya cadangan XRP di Binance hingga 300 juta token, menjadi kombinasi tekanan yang makin memperburuk sentimen pasar.
Meski XRP masih mendapat dukungan dari masuknya dana di ETF baru, banyak trader mulai mengantisipasi potensi penurunan signifikan dalam waktu dekat.
Tekanan Teknis Menguat: Pola Descending Triangle Muncul Lagi
Analis memperingatkan XRP bisa mengalami penurunan karena dipengaruhi oleh menurunnya XRP Ledger dan munculnya pola bearish klasik serupa descending triangle yang menandakan pelemahan tren.
Bagi pembaca awam, descending triangle adalah pola grafik yang biasanya muncul menjelang penurunan harga, ditandai garis support mendatar dan lower high yang makin merapat.
Jika support yang diuji berulang kali akhirnya jebol, harga biasanya turun cukup agresif. Berdasarkan proyeksi, penurunan ke kisaran 16% – 25% menjadi skenario yang dianggap realistis.
Sinyal ini kian kuat karena tekanan jual meningkat sementara momentum beli terlihat stagnan selama beberapa pekan terakhir.
Aktivitas XRPL Melemah: Volume dan Transaksi Turun
Faktor bearish lain datang dari XRPL yang kini menunjukkan penurunan aktivitas jaringan. Data on-chain menunjukkan volume transaksi turun, aktivitas dompet baru melemah, dan penggunaan XRPL untuk utility payments melambat.
Dalam pasar kripto, turunnya aktivitas jaringan biasanya mengindikasikan menurunnya permintaan riil terhadap aset tersebut. Kondisi ini memperkuat potensi koreksi harga.
Cadangan Binance Anjlok 300 Juta XRP: Sinyal Apa?
Penurunan besar pada reserve XRP di Binance sekitar 300 juta XRP menjadi salah satu indikator yang menambah kecemasan pasar.
Turunnya reserve bisa memiliki dua interpretasi:
- XRP ditarik ke dompet pribadi (self-custody naik)
- potensi perpindahan ke off-exchange untuk tujuan trading di platform lain
Keduanya menandakan tekanan suplai yang dapat berdampak pada volatilitas jangka pendek.
Ripple Tetap Optimistis: “Periode Ini Akan Masif”
Di tengah tekanan ini, Ripple masih menampilkan sikap optimistis melalui komentar CEO Brad Garlinghouse dan CTO David Schwartz.
Garlinghouse menyatakan bahwa periode ke depan akan menjadi fase penting bagi ekosistem XRP, terutama bagi solusi enterprise dan adopsi lembaga keuangan.
Namun sentimen positif ini belum cukup mengimbangi data teknikal dan on-chain yang melemah.