Jakarta – Gejolak terbaru di pasar kripto menekan saham perusahaan-perusahaan yang menimbun Bitcoin (BTC) dan aset digital lainnya di neraca mereka. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas sektor digital asset treasury (DAT).
Dikutip dari Channel News Asia, Minggu (30/11/2025), meningkatnya minat perusahaan publik untuk berinvestasi dalam aset kripto dipengaruhi oleh kebijakan ramah kripto Presiden AS Donald Trump serta keberhasilan strategi Michael Saylor. Namun, kekhawatiran terhadap potensi gelembung AI dan ketidakpastian pemangkasan suku bunga The Fed menekan aset berisiko, mendorong Bitcoin ke level terendah sejak April.
Data The Block mencatat setidaknya 15 perusahaan DAT kini diperdagangkan di bawah nilai aset bersih token yang mereka miliki. Sektor ini memiliki pengaruh besar terhadap pasar kripto, dengan DAT memegang 4% seluruh Bitcoin, 3,1% Ether, dan 0,8% Solana.
Analis Standard Chartered memperkirakan akan terjadi konsolidasi di industri ini. Para eksekutif DAT menyatakan bahwa keberhasilan mereka bergantung pada strategi investasi dan pengembangan sumber pendapatan baru.
Kinerja DAT Mengalami Penurunan Tajam
- Bitcoin DAT mengalami koreksi besar, dengan strategi ala Michael Saylor turun hampir 36% sepanjang November.
- Ether DAT yang menawarkan potensi pendapatan tambahan melalui staking juga jatuh jauh dari puncaknya di 2025, meski sebelumnya melonjak karena rencana penimbunan ether.
- Beberapa perusahaan mulai menambah portofolio altcoin seperti Solana dan XRP, namun langkah ini turut membawa risiko volatilitas lebih tinggi.
Salah satu contoh adalah ALT5 Sigma yang menimbun aset kripto keluarga Trump, World Liberty Financial, sebagai bagian dari strategi DAT mereka.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Harap analisis sebelum membeli atau menjual aset kripto.