Harga minyak Amerika Serikat jatuh tajam setelah berhasil naik ke atas $116. Dalam waktu kurang dari dua jam, harga minyak mentah AS turun sekitar $15 per barel, memicu volatilitas di berbagai pasar global dan memicu likuidasi besar di pasar kripto.
Penurunan tersebut terjadi setelah muncul laporan bahwa negara-negara G7 mempertimbangkan pelepasan hingga 400 juta barel minyak dari cadangan strategis. Tambahan pasokan dalam jumlah besar ini langsung menekan harga minyak di pasar energi.
Di saat yang sama, gejolak tersebut memicu likuidasi besar pada perdagangan derivatif kripto.
Data pasar menunjukkan bahwa lebih dari $225 juta posisi trading kripto terlikuidasi dalam waktu singkat ketika volatilitas meningkat.
Sebagian besar likuidasi berasal dari posisi long, yaitu trader yang sebelumnya bertaruh bahwa harga aset kripto akan naik. Ketika volatilitas makro meningkat secara tiba-tiba, banyak posisi leveraged kehilangan margin dan ditutup otomatis oleh sistem exchange.
Lonjakan likuidasi ini menunjukkan bagaimana perubahan cepat di pasar komoditas dapat berdampak langsung pada perdagangan kripto yang menggunakan leverage.
Harga Bitcoin Tetap Bertahan di Sekitar $67.000
Meski terjadi likuidasi besar di pasar derivatif, harga Bitcoin tidak mengalami penurunan tajam.
Harga Bitcoin sendiri sempat turun menuju $67.000 sebelum kembali pulih dan diperdagangkan di sekitar $67.500.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar spot kripto masih relatif stabil di tengah gejolak makro.
Stabilitas tersebut mengindikasikan bahwa pelaku pasar kripto melihat peristiwa ini sebagai kejadian spesifik di pasar energi, bukan perubahan besar dalam sentimen risiko global.