Indeks US Dollar (DXY) kembali menguat dan hampir menyentuh level 100 di tengah ketegangan geopolitik global.
Pergerakan dolar ini menarik perhatian investor karena dolar memiliki hubungan dengan emas dan Bitcoin, dua aset yang sering dianggap sebagai penyimpan nilai.
Data pasar menunjukkan US Dollar Index mendekati level 100 hari ini, menandakan penguatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama dunia.
Kondisi ini sering terjadi saat investor global mencari aset yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian ekonomi dan perang Timur Tengah yang sedang terjadi.
Dalam situasi seperti ini, dolar biasanya menjadi tujuan utama arus modal global.
Dilansir dari laporan NYDIG, ketika nilai dolar turun, harga emas biasanya naik karena logam mulia menjadi lebih murah bagi investor global. Sebaliknya, ketika dolar menguat, emas cenderung mengalami tekanan.
Menurut laporan, Bitcoin juga menunjukkan pola serupa, meskipun hubungan ini masih relatif baru dibanding emas.
Seiring semakin terintegrasinya Bitcoin dengan pasar keuangan tradisional, korelasi makro antara Bitcoin dan dolar mulai terlihat lebih jelas.