Sebuah transaksi besar di jaringan Ethereum (ETH) menarik perhatian komunitas kripto setelah seorang trader diduga melakukan swap yang sangat merugikan.
Dalam satu transaksi on-chain, sekitar US$50 juta aset berubah menjadi hanya sekitar US$36.000, menurut data blockchain yang terpantau pada 12 Maret.
Data dari Etherscan menunjukkan bahwa wallet tersebut awalnya membakar sekitar 50,43 juta aEthUSDT, yaitu token representasi USDT berbunga yang digunakan dalam protokol lending Aave.
Proses burn ini biasanya dilakukan ketika pengguna ingin menarik kembali USDT yang sebelumnya disimpan di protokol tersebut.
Setelah proses tersebut selesai, wallet itu menerima kembali USDT dalam jumlah yang sama, sekitar US$50 juta. Namun langkah berikutnya justru menimbulkan kejanggalan.
Dana tersebut kemudian diarahkan ke transaksi swap melalui CoW Protocol, sebuah agregator likuiditas yang biasanya digunakan untuk menemukan rute perdagangan terbaik di berbagai decentralized exchange (DEX).
Alih-alih menerima nilai token yang setara, transaksi tersebut hanya menghasilkan 327 token AAVE, yang pada saat transaksi bernilai sekitar US$36.000.
Perbedaan nilai yang sangat besar ini membuat transaksi tersebut terlihat seperti salah satu swap paling merugikan di jaringan Ethereum dalam beberapa waktu terakhir.