CEO Ripple Brad Garlinghouse menyebut 2026 berpotensi menjadi periode penting bagi XRP. Hal ini seiring ekspansi global Ripple, integrasi teknologi AI, serta pengembangan ekosistem XRP Ledger (XRPL).
Pernyataan tersebut muncul setelah Garlinghouse menyelesaikan tur bisnis ke Dublin, London, Singapura, dan Sydney untuk bertemu tim dari perusahaan yang baru diakuisisi serta unit regional Ripple.
Pasca pernyataan dari Garlinghouse yang diunggah oleh CoinPaper (11/3), harga XRP naik lebih dari 5% dan diperdagangkan di sekitar $1.42, menandakan respons positif pasar terhadap perkembangan terbaru perusahaan.
Ripple Mulai Integrasikan AI ke Sistem Keuangan
Garlinghouse mengatakan AI akan menjadi komponen penting dalam produk finansial Ripple ke depan.
Pada tahap awal, teknologi ini digunakan untuk meningkatkan efisiensi internal seperti analisis data dan produktivitas tim.
Dalam jangka panjang, AI akan masuk langsung ke produk finansial, termasuk prediksi arus kas secara real-time dan manajemen likuiditas perusahaan.
Beberapa pihak di industri teknologi bahkan memperkirakan agen otomatis berbasis AI dapat melakukan transaksi menggunakan aset digital, membuka potensi pembayaran machine-to-machine tanpa intervensi manusia.