Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan tekanan setelah reli yang sempat dipicu ketegangan geopolitik.
Data terbaru menunjukkan, aset kripto terbesar ini kini bergerak semakin sejalan dengan pasar saham Amerika Serikat, sebuah sinyal yang dalam sejarah sering berujung pada koreksi tajam.
Minggu lalu, harga Bitcoin sempat turun sekitar 5,65% secara mingguan ke kisaran $68.700. Dalam periode yang sama, indeks S&P 500 juga melemah sekitar 1,90%. Pergerakan yang searah ini menjadi perhatian utama analis pasar.
Korelasi Bitcoin dan Saham Kembali Positif
Sinyal yang memicu kekhawatiran datang dari indikator 20-week rolling correlation antara Bitcoin dan S&P 500.
Angkanya kini berada di 0,13, naik signifikan dari posisi sebelumnya di sekitar -0,5. Artinya, Bitcoin yang sebelumnya bergerak berlawanan arah dengan saham, kini kembali mengikuti pola yang sama.