JPMorgan kembali menarik perhatian pasar setelah memproyeksikan harga Bitcoin bisa mencapai $266.000 dalam jangka panjang.
Target ini bukan sekadar prediksi harga, melainkan sinyal kuat bahwa permintaan institusi terhadap Bitcoin semakin matang.
Menurut analisis yang beredar, proyeksi JPMorgan ditujukan bukan untuk investor ritel. Target ini lebih ditujukan kepada lebih dari 2.000 klien institusi, termasuk dana pensiun, hedge fund, dan advisor investasi.
Artinya, angka tersebut berfungsi sebagai dasar pertimbangan alokasi aset, bukan sekadar spekulasi.
Michael Terpin, pendiri Transform Ventures, menyebut bahwa proyeksi ini berada dalam fase “adopsi institusi”, di mana keputusan investasi biasanya mengikuti analisis bank besar.
Ia juga menambahkan bahwa gelombang masuknya dana institusi biasanya terjadi dalam 6 – 12 bulan setelah upgrade riset seperti ini muncul.
Model Bitcoin Disamakan dengan Emas
JPMorgan menggunakan pendekatan yang cukup menarik. Bitcoin dibandingkan dengan cadangan emas sektor swasta yang diperkirakan mencapai $8 triliun.
Model ini berbasis risiko, bukan sekadar harga. Semakin rendah volatilitas Bitcoin dibanding emas, semakin besar porsi alokasi yang bisa diberikan oleh institusi.
Pada awal 2026, volatilitas Bitcoin tercatat hanya sekitar 1,5x dari emas, turun signifikan dibanding sebelumnya. Kondisi ini membuat Bitcoin dianggap lebih “layak” untuk masuk portofolio besar.
Inilah yang mendorong revisi target dari sebelumnya $146.000 – $170.000 menjadi $266.000.