
Industri kripto kembali diguncang gelombang peretasan besar dengan total kerugian mencapai lebih dari $606 juta hanya dalam 18 hari pertama April 2026. Angka ini menjadikan April sebagai bulan dengan kerugian tertinggi sejak Februari 2025, bahkan melampaui total kerugian kuartal pertama tahun ini.
Sepanjang Januari–Maret 2026, kerugian akibat peretasan tercatat sekitar $165 juta, namun melonjak drastis di April hingga hampir empat kali lipat. Dua insiden besar, yakni pada KelpDAO dan Drift Protocol, menjadi penyumbang utama dengan porsi sekitar 95% dari total kerugian bulan ini.
Menariknya, serangan kali ini tidak menyasar centralized exchange, melainkan lebih banyak menargetkan protokol decentralized finance (DeFi) yang dinilai masih memiliki celah keamanan. Sejumlah insiden lain seperti pada Hyperbridge, Rhea Finance, dan Grinex Exchange turut memperburuk kondisi.
Dampaknya terasa langsung pada ekosistem DeFi, di mana total value locked (TVL) turun lebih dari 7%, termasuk penurunan signifikan pada Aave dari sekitar $26 miliar menjadi $17,9 miliar.
Secara keseluruhan, sepanjang 2026 telah terjadi 47 insiden peretasan, naik sekitar 68% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan meningkatnya tekanan keamanan di sektor kripto, khususnya DeFi.