
Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan reksa dana semakin menjadi pilihan utama investor pemula karena mudah diakses, dikelola profesional, dan menawarkan diversifikasi risiko.
Hingga Maret 2026, total dana kelolaan reksa dana di Indonesia mencapai Rp699,65 triliun, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap instrumen ini. Menurut BEI, reksa dana juga berperan sebagai pintu masuk untuk mengenal pasar modal secara lebih luas.
Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian S. Manullang, mengatakan reksa dana cocok bagi pemula karena tidak membutuhkan modal besar serta memiliki karakter yang sederhana dan fleksibel.
Untuk meningkatkan literasi investasi, BEI bersama OJK, KSEI, dan APRDI terus menggelar program edukasi seperti Sosedu APRDI 2026 dengan kampanye #ReksadanaAja serta program Pintar Reksadana.
Ke depan, kolaborasi antar-lembaga ini diharapkan semakin memperluas inklusi keuangan dan mendorong masyarakat lebih aktif berinvestasi secara terencana di pasar modal.