Kelompok Perbankan AS mendesak para pembuat undang-undang untuk melakukan perubahan menit-menit terakhir pada ketentuan stablecoin sebelum Komite Perbankan Senat meninjau RUU CLARITY pada 14 Mei 2026. Menurut Bloomberg, berbagai organisasi termasuk Asosiasi Bankir Amerika mengirimkan surat bersama yang menuntut bahasa yang lebih ketat seputar imbalan stablecoin. Desakan ini muncul ketika para senator berpacu untuk menyelesaikan undang-undang kripto sebelum reses Hari Peringatan.
Perselisihan ini berpusat pada kompromi yang dicapai pada 1 Mei oleh Senator Thom Tillis dan Angela Alsobrooks. Berdasarkan proposal tersebut, penerbit tidak dapat membayar bunga pasif pada stablecoin. Namun, perusahaan masih dapat menawarkan imbalan yang terkait dengan aktivitas platform atau penggunaan transaksi.
Kelompok perbankan berpendapat bahwa rumusan tersebut memberi ruang bagi penerbit untuk meniru produk yang mirip dengan deposito. Dalam surat mereka tertanggal 8 Mei, organisasi-organisasi tersebut memperingatkan bahwa pengecualian tersebut dapat mendorong pengguna untuk memindahkan uang dari bank.
Koalisi tersebut mencakup American Bankers Association, Bank Policy Institute, dan Independent Community Bankers of America. Selain itu, Consumer Bankers Association dilaporkan mendukung pembatasan yang lebih ketat terhadap insentif stablecoin.
Sementara itu, Ketua Komite Perbankan Senat, Tim Scott, terus mendorong agar sidang pembahasan rancangan undang-undang yang dijadwalkan segera dilaksanakan. Para anggota parlemen berupaya menyelesaikan negosiasi sebelum Kongres memulai reses Hari Peringatan pada 21 Mei.