Saham perusahaan penyimpanan data dan chip memori, SanDisk (SNDK), menjadi aset dengan performa terbaik sepanjang 2026. Berdasarkan data BeInCrypto, saham ini melonjak lebih dari 509% secara year-to-date (YTD), mengungguli Bitcoin, emas, hingga saham teknologi besar seperti Nvidia dan Microsoft.
Kenaikan tajam tersebut didorong lonjakan permintaan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). SanDisk mencatat pendapatan sebesar US$5,95 miliar pada laporan keuangan 30 April 2026, naik 251% dibanding tahun sebelumnya. Perusahaan juga mengungkap backlog pesanan cloud mencapai US$42 miliar.
Reli besar ini membuat harga saham SanDisk sempat menyentuh level US$1.562 pada 8 Mei sebelum terkoreksi ke kisaran US$1.383.
Sementara itu, Bitcoin justru mengalami tekanan sepanjang tahun. BTC turun sekitar 22,9% dari level awal tahun US$87.600 menjadi sekitar US$76.800. Kondisi ini memunculkan kembali perdebatan terkait status Bitcoin sebagai aset safe haven atau “digital gold”.
Di sisi lain, saham perusahaan pendukung ekosistem AI lain juga ikut melonjak. Intel naik sekitar 209%, sedangkan Seagate Technology menguat sekitar 183% sepanjang 2026.
Fenomena ini menunjukkan adanya rotasi pasar dari saham AI utama seperti NVIDIA menuju sektor “second derivative AI infrastructure”, yaitu perusahaan penyedia penyimpanan data, server, dan kebutuhan pendukung pusat data AI.
Meski demikian, analis menilai pasar kripto masih memiliki peluang bangkit mengingat volatilitas Bitcoin yang tinggi dan pola siklus pasar yang kerap berubah cepat.