Meski harga Bitcoin (BTC) masih berada dalam fase koreksi, investor bermodal besar atau whale justru memanfaatkan momentum tersebut untuk terus menambah kepemilikan mereka. Data terbaru dari platform analitik blockchain Santiment menunjukkan adanya akumulasi besar-besaran yang dilakukan oleh kelompok investor ini, sementara aktivitas pembelian dari investor ritel mulai melambat.
Fenomena tersebut memunculkan spekulasi bahwa pelaku pasar institusional dan investor besar masih memiliki keyakinan terhadap prospek jangka panjang Bitcoin, meskipun volatilitas pasar masih tinggi.
Harga Bitcoin Masih Tertekan
Berdasarkan data CoinMarketCap, harga Bitcoin berada di kisaran US$63.123, turun sekitar 3,11% dalam 24 jam terakhir.
Penurunan ini terjadi di tengah ketidakpastian pasar kripto yang masih dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi, termasuk ekspektasi kebijakan suku bunga, pergerakan dolar AS, serta sentimen investor global.
Namun, data on-chain justru menunjukkan cerita yang berbeda. Saat sebagian pelaku pasar memilih menunggu, investor dengan modal besar terlihat aktif melakukan akumulasi.
Whale Akumulasi Hampir 20.000 BTC dalam Delapan Hari
Menurut Santiment, wallet yang menyimpan antara 10 hingga 10.000 BTC telah membeli sekitar 19.696 BTC hanya dalam kurun waktu delapan hari.
Kelompok wallet tersebut dikategorikan sebagai sharks dan whales, yakni investor yang memiliki kepemilikan Bitcoin dalam jumlah besar dan sering dijadikan indikator penting dalam membaca arah pergerakan pasar.
Santiment menyatakan bahwa tren akumulasi tersebut terus berlangsung meskipun harga Bitcoin sedang mengalami tekanan.
Akumulasi oleh investor besar ketika harga terkoreksi umumnya dipandang sebagai bentuk kepercayaan terhadap potensi kenaikan nilai aset dalam jangka panjang.
Investor Ritel Mulai Mengurangi Aksi Buy the Dip
Berbeda dengan investor besar, aktivitas pembelian dari investor ritel justru menunjukkan perlambatan.
Santiment mencatat bahwa wallet dengan kepemilikan kurang dari 0,01 BTC mulai mengurangi aktivitas pembelian selama penurunan harga berlangsung.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa strategi buy the dip mulai kehilangan momentum di kalangan investor kecil. Berkurangnya partisipasi ritel juga sering dianggap sebagai tanda bahwa euforia pasar mulai mereda dalam jangka pendek.
Di sisi lain, dominasi aktivitas investor besar dapat membuat pergerakan harga lebih banyak dipengaruhi oleh pelaku dengan modal besar.
Santiment: Kombinasi Ini Cenderung Positif
Santiment menilai bahwa kombinasi antara meningkatnya akumulasi whale dan melemahnya aktivitas investor ritel merupakan kondisi yang relatif konstruktif bagi Bitcoin.
Selain itu, perusahaan analitik tersebut juga menyoroti meningkatnya kembali permintaan terhadap ETF Bitcoin, yang dinilai turut mendukung prospek pasar.
Seiring meningkatnya permintaan tersebut, pasokan Bitcoin secara bertahap berpindah ke tangan investor yang memiliki orientasi investasi jangka panjang. Pergeseran kepemilikan seperti ini sering dianggap mampu mengurangi tekanan jual karena aset lebih banyak disimpan dibandingkan diperdagangkan.
Meskipun demikian, Santiment menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan merupakan jaminan harga Bitcoin akan langsung mengalami kenaikan dalam waktu dekat.
Prospek Bitcoin Masih Dipengaruhi Faktor Global
Pergerakan harga Bitcoin ke depan masih akan dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, seperti perkembangan ekonomi global, kebijakan bank sentral, arus dana ke ETF Bitcoin, hingga sentimen investor terhadap aset berisiko.
Selama investor besar tetap mempertahankan tren akumulasi dan permintaan institusional terus meningkat, banyak analis menilai fondasi jangka panjang Bitcoin masih cukup kuat. Namun, volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi sehingga investor disarankan untuk menerapkan manajemen risiko sebelum mengambil keputusan investasi.