Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat dalam beberapa pekan terakhir dan kini diperdagangkan tepat di bawah area resistance penting di kisaran US$80.600 hingga US$82.000. Meski reli berhasil membawa BTC ke level krusial, sejumlah analis menilai tren bullish masih belum terkonfirmasi.
Jika Bitcoin mampu menembus area resistance tersebut, target kenaikan berikutnya diperkirakan berada di US$84.300 untuk menutup CME gap, sebelum melanjutkan potensi penguatan ke US$87.500 hingga US$90.600.
Tiga Alasan Bitcoin Belum Dipastikan Bullish
Analis menyebut ada tiga faktor utama yang menunjukkan Bitcoin belum benar-benar membentuk dasar (bottom) pasar.
Pertama, harga BTC belum menyentuh long-term holder realized price, level on-chain yang pada siklus bear market sebelumnya selalu menjadi area pembentukan bottom.
Kedua, koreksi dari all-time high saat ini masih berada di kisaran 53–54%, sedangkan secara historis bear market Bitcoin biasanya mengalami penurunan lebih dalam, yakni sekitar 60% hingga 84%.
Ketiga, dari analisis Elliott Wave, kenaikan saat ini masih berpotensi menjadi B-wave relief rally, yaitu pantulan sementara sebelum kemungkinan terjadi C-wave decline atau penurunan lanjutan.
Potensi Koreksi Masih Terbuka
Apabila skenario bearish berkembang sesuai pola, target penurunan Bitcoin diperkirakan berada di kisaran US$38.000 hingga US$39.000. Level tersebut mewakili koreksi sekitar 70% dari puncak harga dan sejalan dengan area Fibonacci retracement yang sering muncul pada siklus sebelumnya.
Meski demikian, analis menegaskan bahwa proyeksi tersebut belum dapat dipastikan. Pergerakan harga dalam beberapa pekan mendatang akan menjadi penentu apakah Bitcoin mampu melakukan breakout atau justru kembali melanjutkan tren koreksi.