Trump Media & Technology Group (TMTG), perusahaan media milik Presiden Amerika Serikat Donald Trump, melaporkan rugi bersih sebesar US$405,9 juta atau sekitar Rp6,6 triliun pada kuartal pertama 2026. Kerugian tersebut sebagian besar dipicu oleh penurunan nilai investasi aset kripto yang dimiliki perusahaan.
Meski pendapatan meningkat sekitar 6% menjadi US$871.200, kenaikan tersebut belum mampu menutupi tekanan besar dari penurunan nilai portofolio investasi digital.
Bitcoin dan CRO Tekan Laporan Keuangan
Dalam laporan keuangannya, Trump Media mencatat sekitar US$244 juta kerugian berasal dari aset kripto, sementara kerugian investasi lain mencapai US$108,2 juta. Total kerugian non-tunai perusahaan mencapai sekitar US$368 juta.
Perusahaan diketahui memiliki 9.542 Bitcoin dengan nilai perolehan sekitar US$1,13 miliar. Namun pada akhir kuartal pertama 2026, nilai wajarnya turun menjadi sekitar US$647 juta sebelum kembali pulih seiring membaiknya harga Bitcoin setelah periode pelaporan.
Selain Bitcoin, Trump Media juga mengoleksi sekitar 756 juta token Cronos (CRO) yang nilainya ikut merosot signifikan dibanding harga pembelian.
Bisnis Media Masih Terbatas
Platform media sosial Truth Social masih menjadi bisnis utama perusahaan, namun kontribusi pendapatannya relatif kecil. Pendapatan dari lini media hanya mencapai sekitar US$810 ribu, sedangkan unit keuangan Truth.Fi menyumbang sekitar US$61 ribu.
Hal ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan Trump Media kini lebih dipengaruhi oleh fluktuasi investasi kripto dibandingkan pendapatan dari bisnis medianya.
Tetap Lanjutkan Ekspansi
Meski membukukan kerugian besar, Trump Media tetap melanjutkan strategi ekspansi. Perusahaan memiliki total aset sekitar US$2,2 miliar dan masih mengembangkan berbagai proyek, termasuk rencana merger dengan perusahaan teknologi energi TAE Technologies, serta inisiatif token digital untuk para pemegang saham.