Bitcoin (BTC) kemungkinan masih berada dalam fase bear market dan belum mencapai titik dasar (bottom) menurut analis kripto CryptoCon.
Dalam analisis terbarunya, CryptoCon menyebut durasi penurunan Bitcoin saat ini masih lebih pendek dibandingkan rata-rata siklus bear market sebelumnya.
Bear Market BTC Baru Berjalan 216 Hari
CryptoCon menjelaskan bahwa rata-rata bear market Bitcoin dalam beberapa siklus terakhir berlangsung sekitar 391 hari.
Sementara itu, fase penurunan terbaru baru berjalan sekitar 216 hari sejak puncak harga terakhir terbentuk. Berdasarkan pola historis tersebut, ia menilai pasar kemungkinan masih berada di pertengahan fase bearish.
Jika pola sebelumnya kembali terulang, CryptoCon memperkirakan potensi pembentukan bottom Bitcoin dapat terjadi sekitar Oktober 2026.
Koreksi Bitcoin Dinilai Belum Cukup Dalam
Selain faktor waktu, CryptoCon juga menyoroti kedalaman koreksi Bitcoin. Saat ini, penurunan terbesar BTC berada di sekitar 52% dari level tertinggi sebelumnya.
Menurutnya, angka tersebut masih lebih kecil dibandingkan bear market sebelumnya yang mencatat koreksi sekitar 77% hingga 86%.
Kondisi ini membuat peluang terjadinya penurunan lebih dalam masih terbuka apabila struktur siklus Bitcoin tetap mengikuti pola historis.
Narasi Bullish Disebut Muncul Terlalu Cepat
CryptoCon juga memperingatkan bahwa optimisme pasar terhadap berakhirnya bear market muncul terlalu dini. Ia menilai klaim bahwa siklus Bitcoin telah berubah atau teori halving tidak lagi berlaku sering muncul di setiap fase pasar.
Namun, menurutnya, pola jangka panjang Bitcoin hingga saat ini masih menunjukkan kemiripan dengan siklus sebelumnya.
Meski belum memberikan prediksi pasti, CryptoCon memilih menunggu perkembangan pasar dalam beberapa bulan ke depan untuk melihat apakah Bitcoin akan melanjutkan koreksi atau mulai membentuk dasar baru.