Pergerakan harga sering kali terlihat sederhana di grafik. Harga naik, banyak orang menganggap pembeli lebih kuat. Harga turun, tekanan jual dianggap mendominasi.
Namun, di balik setiap pergerakan tersebut terdapat aktivitas banyak pihak dengan strategi, ukuran modal, dan tujuan yang berbeda.
Trader saham biasanya mencoba memahami aktivitas pelaku besar melalui broker summary atau yang sering disebut broksum. Data ini menunjukkan bagaimana transaksi beli dan jual terjadi melalui broker tertentu.
Sementara itu, pengguna crypto memiliki pendekatan berbeda melalui analisis on-chain yang melihat aktivitas transaksi langsung di jaringan blockchain.
Keduanya memiliki tujuan yang mirip, yaitu mencari gambaran mengenai aktivitas pasar. Namun, cara kerja dan jenis informasi yang diberikan berbeda. Broksum membaca jejak transaksi melalui perantara pasar modal, sedangkan on-chain membaca pergerakan aset yang tercatat langsung pada blockchain.
Memahami perbedaan keduanya membantu investor melihat bahwa pergerakan harga tidak hanya berasal dari grafik, tetapi juga dari perilaku pelaku pasar di baliknya.
Apa Itu Broksum Saham?
Broksum atau broker summary adalah ringkasan aktivitas transaksi saham berdasarkan broker atau perusahaan sekuritas dalam periode tertentu. Data ini biasanya menunjukkan broker yang paling banyak melakukan pembelian maupun penjualan suatu saham.
Dalam broksum, trader dapat melihat beberapa informasi seperti: